Menteri Ekonomi Kreatif Dorong Pembentukan Dinas Khusus Ekraf di Kota Banjar

Menteri Ekonomi Kreatif Dorong Pembentukan Dinas Khusus Ekraf di Kota Banjar
Kolaborasi Kementerian EKRAF dan Kota Banjar diupayakan untuk penguatan konsep city branding, promosi produk EKRAF, dan pengembangan kapasitas talenta dari Banjar. Langkah strategis untuk mendukung Kota Banjar menjadi tujuan pusat regional bagi ekonomi kreatif nasional. (Dok/Biro Komunikasi Kemenekraf)
0 Komentar

Pembahasan juga mengerucut pada pentingnya pembentukan nomenklatur Dinas Ekonomi Kreatif di tingkat daerah, yang merupakan arahan dari Kementerian Dalam Negeri yang berkolaborasi dengan Kemenparekraf.

Staf Ahli Menteri Bidang Pemasaran dan Infrastruktur, Septriana Tangkary, menambahkan, “Kami ingin membujuk Wakil Wali Kota Banjar untuk memasukkan nomenklatur ekraf atau mendirikan Dinas Ekonomi Kreatif. Dengan demikian bisa ditingkatkan kapasitas dari para pegiat kreatif melalui pelatihan atau upskilling. Saat dinas sudah berdiri sendiri atau gabungan, ke depan juga bisa dilakukan pengembangan ruang kreatif,” katanya.

Di sisi lain, Wakil Wali Kota Banjar, Supriana, menyampaikan komitmen pemerintah daerahnya untuk mengubah orientasi destinasi dari sekadar alam menjadi destinasi pengalaman (experience-based destination). Untuk mewujudkan hal tersebut, Banjar membutuhkan pendampingan dalam menggarap daya tariknya sebagai kota kreatif.

Baca Juga:Real Madrid Bungkam, Raul Asencio Hadapi Dakwaan Penyebaran Video Tak SenonohThierry Henry Desak Arsenal Menangkan Trofi Musim Ini: Waktunya Berhenti Beralasan!

“Kota Banjar akan menjadi salah satu kota kreatif di Jawa Barat. Kami berharap para pegiat ekonomi kreatif yang ada bisa punya spirit atau semangat untuk terus berkembang sehingga bisa naik kelas; go regional, go nasional, bahkan go internasional. Kami butuh kerja bareng dengan kolaborasi bersama insan-insan kreatif,” jelas Supriana.

Guna mendorong langkah-langkah yang lebih kreatif dan bernilai tambah, Pemerintah Kota Banjar telah membentuk Tim Akselerasi Percepatan Pembangunan Daerah (TAPPD).

Ketua Tim TAPPD, Bintang, memaparkan bahwa banyak potensi ruang ekonomi kreatif di Banjar, dengan beberapa subsektor unggulan seperti batik dan kebudayaan.

“Banjar bercita-cita menjadi kota kreatif lewat urban attraction tourism. Meski pariwisatanya kurang memadai, kami ingin ekonomi kreatif hadir bukan hanya sebagai penguat ekonomi, tetapi juga sebagai identitas yang membuktikan Kota Banjar mampu mengoptimalkan ekonomi kreatif,” imbuhnya.

Pertemuan ini dihadiri pula oleh Direktur Pengembangan Sistem Pemasaran dan Hubungan Kelembagaan, Radi Manggala, dari pihak Kemenparekraf.

Sementara dari Pemkot Banjar, hadir sejumlah kepala dinas serta tim akselerasi walikota yang membidangi ekonomi kreatif, pariwisata, dan teknologi informasi. Pertemuan ini diharapkan menjadi titik awal kolaborasi strategis untuk memacu pertumbuhan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan di Kota Banjar. (CEP)

0 Komentar