KPA Kota Banjar Catat 376 Kasus HIV/AIDS, Kelompok LSL Paling Rentan

Wakil Wali Kota Banjar H supriana sekaligus Ketua Pelaksana KPA Kota Banjar saat diwawancara awak media belum
Wakil Wali Kota Banjar H supriana sekaligus Ketua Pelaksana KPA Kota Banjar saat diwawancara awak media belum lama ini. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Dukungan dan penerimaan dari keluarga, teman, dan lingkungan sekitar adalah faktor penentu yang sangat krusial dalam keberhasilan proses pengobatan ARV serta dalam meningkatkan kualitas hidup ODHA. ODHA yang mendapatkan dukungan psikososial yang baik memiliki tingkat kepatuhan treatment yang lebih tinggi dan dapat hidup produktif,” papar Tantan.

Kepada masyarakat luas, KPA dan Dinas Kesehatan Kota Banjar mengimbau untuk selalu menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta setia pada pasangan guna mencegah segala bentuk penularan Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk HIV.

Masyarakat juga didorong untuk tidak takut melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala. Untuk mendukung hal ini, telah disediakan layanan konseling dan tes HIV gratis yang dapat diakses di sejumlah puskesmas dan klinik kesehatan yang sudah ditunjuk sebagai layanan VCT (Voluntary Counseling and Testing).

Baca Juga:INAUGURAL 2.0: Momentum Sakral Pelantikan OXI di Pangandaran, Satukan Ratusan Riders dari Berbagai WilayahCinta Maura Islami Kasih Jadi Sorotan di Azarine DBL Dance Competition 2025 West Java-East

“Dengan pengungkapan data ini, diharapkan dapat memicu kewaspadaan dan kesadaran kolektif seluruh elemen masyarakat Kota Banjar. Kolaborasi yang erat antara pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, dan masyarakat adalah senjata paling ampuh untuk menghentikan laju epidemi HIV/AIDS dan menciptakan generasi yang lebih sehat,” ujar Ketua Pelaksana KPA Kota Banjar H Supriana sekaligus Wakil Wali Kota Banjar. (CEP)

0 Komentar