Di tengah tantangan besar yang dihadapi, kinerja Perumdam Tirta Anom justru patut diacungi jempol. Budi Kusmono menyampaikan apresiasi dewan karena badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut berhasil membukukan performa keuangan yang positif. Setelah sekian lama terperangkap dalam kondisi minus, pada tahun 2024 ini Perumdam Tirta Anom berhasil meraih pendapatan bersih sebesar Rp 1 miliar.
“Ini adalah bukti nyata bahwa ada perbaikan kinerja di internal Perumdam meskipun dihantui oleh masalah kebocoran yang masif. Ini yang harus kita pertahankan dan tingkatkan,” tegasnya.
Di tempat terpisah, Direktur Utama Perumdam Tirta Anom Kota Banjar, E. Fitrah Nurkamilah, menegaskan komitmen penuh perusahaannya untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan terbaik bagi ketersediaan air bersih yang berkualitas untuk masyarakat Kota Banjar. Komitmen ini ditegaskan kembali dalam peringatan HUT Ke-21 Perumdam Tirta Anom yang dihadiri oleh Wali Kota Banjar dan Dewan Pengawas.
Baca Juga:Polres Banjar Ambil Alih Penanganan Kasus Dugaan Penganiayaan Eks Asisten DaerahMantan Pejabat Banjar Diduga Dianiaya Purnawirawan, Lapor ke Polisi
“Pelayanan terhadap pelanggan kami lakukan selama 24 jam. Setiap ada laporan gangguan dari pelanggan, tim teknis kami langsung bergerak cepat, termasuk mengirimkan bantuan air bersih menggunakan mobil tangki sebagai solusi darurat. Intinya, selain fokus pada peningkatan kualitas air dan pola distribusi, kami juga terus berupaya memperluas jaringan pipa dan menjalankan program pemutihan bagi pelanggan yang memiliki tunggakan,” papar Fitrah.
Fitrah juga mengkonfirmasi bahwa total panjang pipa JDU yang sudah tua dan sangat darurat untuk diganti segera mencapai 21 kilometer. Kondisi ini, menurutnya, sangat mengganggu stabilitas operasional dan kontinuitas pasokan air bersih ke pelanggan.
“Kebocoran pada jalur utama ini menyebabkan tekanan air menjadi sangat lemah dan menimbulkan potensi penurunan kualitas air bersih akibat masuknya kontaminan dari luar. Revitalisasi menyeluruh adalah sebuah keharusan yang tidak bisa ditunda lagi,” pungkasnya. (CEP)
