JABAR EKSPRES – Penampilan penuh percaya diri ditunjukkan oleh SMAN 8 Bandung saat menghadapi SMA Bintang Mulia dalam lanjutan gelaran Honda DBL with Kopi Good Day 2025 West Java – East.
Bermain di GOR C-Tra Arena, Kota Bandung, Sabtu (13/9), pasukan Delapan Bandung menunjukkan kelasnya dengan meraih kemenangan telak 50-10 atas lawan mereka yang tampak kesulitan menembus pertahanan rapat Delapan.
Pertandingan sempat berlangsung cukup seimbang di kuarter pertama. Kedua tim terlibat jual beli serangan cepat. Bintang Mulia membuka laga dengan semangat tinggi dan tidak membiarkan Delapan melenggang begitu saja. Namun meski demikian, Delapan tetap unggul tipis di kuarter pembuka dengan skor 15-7.
Baca Juga:Speling Jangkau 436 Desa, Dokter Spesialis Diminta TurunHari Pencegahan Bunuh Diri Sedunia, Billy Martasandy Ajak Masyarakat Jadi Penjaga Harapan, Bukan Penghakim
Memasuki kuarter kedua, segalanya berubah total. Delapan Bandung mengunci pergerakan lawan. Pressing ketat mereka benar-benar membuat Bintang Mulia lumpuh. Tak satu pun poin berhasil dicetak oleh Bintang Mulia di kuarter ini.
Sementara itu, tim asuhan Pasukan Delapan terus memperlebar jarak melalui fast break cepat dan eksekusi serangan yang rapi. Mohammad Fahar, sang guard andalan, memimpin tim dengan tempo permainan tinggi.
Di kuarter ketiga, Bintang Mulia mencoba bangkit, tapi Delapan terlalu dominan. Meski pertandingan sempat berjalan lebih alot, margin poin terus menjauh. Forward Muhammad Kaysan ikut mencuri perhatian dengan pergerakan agresif dan keberanian menembus paint area.
Laga ditutup di kuarter keempat dengan skor meyakinkan 50-10. Kemenangan ini bukan hanya penting secara poin, tapi juga menjadi modal kepercayaan diri Delapan Bandung untuk melangkah lebih jauh di turnamen.
Mohammad Fahar dan Muhammad Kaysan jadi bintang pertandingan. Keduanya mencetak masing-masing 12 poin, sekaligus mengendalikan ritme permainan dari awal hingga akhir. Chemistry keduanya di lapangan terlihat solid, menjadi tumpuan serangan utama tim.
Sementara itu, SMA Bintang Mulia harus angkat koper lebih awal. Meski sempat memberi perlawanan di awal laga, mereka tak mampu menjaga intensitas permainan. Minimnya akurasi tembakan dan kehilangan banyak bola jadi faktor utama kekalahan mereka.
Kemenangan ini menempatkan SMAN 8 Bandung sebagai salah satu tim yang patut diwaspadai di gelaran Honda DBL with Kopi Good Day 2025 West Java-East. Dengan kedalaman skuad, permainan kolektif, dan dua motor utama seperti Fahar dan Kaysan, Delapan Bandung tampaknya belum akan berhenti sampai di sini. (Dam)
