JABAR EKSPRES – Jalan Kolonel Masturi (Kolmas), Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), kembali dibuka setelah sempat ditutup untuk mendukung mobilisasi material pemasangan box culvert di Jembatan Karamat.
Namun, pengendara masih harus mewaspadai kemungkinan penutupan total kembali karena pekerjaan tersebut belum rampung.
Akses jalan sebelumnya ditutup total sejak Kamis (22/10/2026) malam hingga Jumat (23/10/2026) siang. Penutupan dilakukan untuk mendukung mobilisasi enam truk tronton pengangkut box culvert dan satu unit crane ke lokasi pekerjaan.
Baca Juga:Gaya Kepemimpinan Merakyat Ahmad Luthfi Curi Perhatian Para Akademisi Ilmu Sosial dan PolitikPemkab Tasikmalaya Genjot Minat Sains Sejak Dini, STEM Jadi Strategi Cetak Generasi Inovatif
Kapolsek Lembang AKP Bambang Haryono mengatakan, pembukaan kembali jalan dilakukan setelah rencana pemasangan box culvert belum dapat dilaksanakan sesuai jadwal. Kepolisian kini masih menunggu kepastian waktu pengerjaan lanjutan dari pihak kontraktor.
“Pasti akan ditutup lagi, karena kan masih ada pengerjaan pemasangan box culvert, cuma waktunya tentatif. Kita menunggu kabar dari mereka,” ujar Bambang, Selasa (27/10/2026).
Menurutnya, penutupan total kembali diperlukan untuk mendukung kelancaran proses pemasangan komponen jembatan. Namun, waktu pelaksanaannya belum dapat dipastikan karena masih menunggu informasi dari pihak pelaksana pekerjaan.
Ketidakpastian jadwal tersebut membuat pengguna Jalan Kolmas perlu mengantisipasi kemungkinan perubahan arus lalu lintas. Terlebih, ruas jalan ini menjadi salah satu akses penghubung kawasan Lembang dan Parongpong yang digunakan masyarakat untuk aktivitas sehari-hari.
Kepastian jadwal penutupan menjadi penting agar pengendara dapat mengatur waktu perjalanan dan menghindari antrean kendaraan di sekitar Jembatan Karamat. Sosialisasi sebelum pekerjaan dimulai juga diperlukan agar masyarakat tidak terjebak saat akses jalan kembali ditutup.
Untuk mengantisipasi dampak penutupan, kepolisian menyiapkan rekayasa lalu lintas dan sejumlah jalur alternatif. Pengendara dapat mempertimbangkan jalur Jalan Setiabudi dan Jalan Raya Lembang, menyesuaikan tujuan perjalanan serta arahan petugas di lapangan.
Selain itu, jalur melalui Jalan Manoko menuju Jalan Mandarin maupun Kompleks Graha Puspa dan Jalan Sersan Bajuri dapat menjadi alternatif bagi pengguna jalan sesuai kondisi lalu lintas dan pengaturan yang diberlakukan.
Baca Juga:Remaja 15 Tahun Hilang Berhari-hari, Keluarga di Padakembang Tasikmalaya Minta Bantuan KPAIDRaih Mandaya Award 2026, Jawa Tengah Sabet Predikat Provinsi Terbaik Pengentasan Kemiskinan
Bambang mengatakan, koordinasi dengan pihak kontraktor masih diperlukan untuk memastikan jadwal pengerjaan berikutnya. Informasi tersebut akan menjadi dasar bagi kepolisian dalam menyiapkan pengamanan dan rekayasa lalu lintas saat penutupan kembali dilakukan.
