JABAR EKSPRES – Korban ambruknya Majelis Taklim As-Shobiyah di Desa Sukamakmur, Kecamatan Ciomas, Kabupaten Bogor, saat kegiatan Maulid Nabi pada Minggu (7/9/2025), saat ini mendapat penanganan intensif di berbagai rumah sakit di Kabupaten maupun Kota Bogor.
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, hadir langsung meninjau pelayanan kesehatan bagi para korban di RSUD Kota Bogor pada Senin (8/9/2025). Ia memastikan bahwa seluruh pasien mendapatkan perawatan yang layak dan memadai.
“Alhamdulillah, layanan untuk para korban berjalan dengan baik. Seluruh pasien ditangani dengan baik. Beberapa korban dirujuk ke rumah sakit di Jakarta karena kondisi kecelakaannya cukup akut, sementara yang lain berobat jalan atau dirawat di RSUD Kota Bogor. Yang penting, masyarakat diberikan ruang untuk sembuh,” ujar Dedi Mulyadi di RSUD Kota Bogor, Senin (8/9/2025).
Baca Juga:Menag Janji Renovasi Majelis yang Ambruk di Bogor: Ini Musibah, Tapi Niatnya MuliaPolisi Dirikan Posko Kesehatan dan Trauma Healing untuk 80 Korban Tragedi Majelis Ambruk di Ciomas Bogor
Dedi juga menegaskan bahwa seluruh biaya pengobatan korban akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
Selain memastikan penanganan korban, Dedi juga memberikan imbauan terkait pembangunan fasilitas keagamaan di masa depan. Ia mengingatkan pentingnya memperhatikan kapasitas bangunan agar jumlah pengunjung sesuai dengan kemampuan struktur.
“Ke depannya, kapasitas bangunan harus diperhitungkan dengan baik. Jika kapasitas hanya untuk 30 orang, jangan sampai diisi 100 atau 200 orang. Hal ini penting untuk menghindari risiko ambruk dan memastikan keselamatan warga,” jelasnya.
Hingga saat ini, seluruh pihak masih fokus pada penanganan dan pengobatan korban. Dedi juga menekankan bahwa prioritas utama kini adalah memastikan semua pasien memperoleh perawatan maksimal, agar proses pemulihan berjalan lancar dan tidak ada tambahan korban.
