JABAR EKSPRES – Warga Kampung Cae, Desa Kiangroke, Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung, dikejutkan oleh penemuan tiga jenazah dalam sebuah rumah kontrakan pada Jumat (5/9/2025) dini hari.
Korban diketahui berinisial EN (34) bersama dua anaknya, AA (9) dan AAP (11 bulan). Ketiganya ditemukan meninggal dunia sekitar pukul 04.00 WIB oleh YS, suami EN, yang baru pulang kerja.
Kasatreskrim Polresta Bandung, Kompol Luthfi Olot Gigantara, membenarkan kejadian tersebut. Menurutnya, sang suami mencurigai ada sesuatu yang tidak beres saat mendapati pintu rumah terkunci dari dalam.
Baca Juga:PGN Pasok Gas Bumi ke RS Kariadi Semarang, Efisiensi Operasional Meningkat Hingga 60 PersenBAZNAS Jabar Luncurkan Program Pendayagunaan untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
“YS mencoba masuk tetapi tidak bisa. Saat mengintip lewat ventilasi, ia melihat istrinya dalam kondisi tergantung di kusen pintu kamar. Ia pun langsung berteriak minta tolong kepada warga,” ujar Kompol Luthfi.
Warga yang datang kemudian mendobrak pintu. Di dalam rumah, mereka menemukan dua anak EN juga telah meninggal dunia, masing-masing di ruang depan dan di kamar, dengan kondisi leher terjerat tali.
Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan bahwa pintu dan jendela rumah terkunci rapat dari dalam. Tidak ditemukan luka terbuka pada tubuh para korban.
“EN ditemukan tergantung, sementara kedua anaknya tergeletak dengan tali masih melilit leher mereka. Tidak ada tanda-tanda kekerasan dari luar,” jelas Luthfi.
Polisi juga menemukan sejumlah barang bukti, termasuk sebuah ponsel dan secarik kertas berisi curahan hati korban yang diduga merupakan surat wasiat. Kertas tersebut ditempel di dinding ruang tengah.
“Surat tersebut berisi permintaan maaf kepada keluarga dan penjelasan kondisi mental serta ekonomi yang dialami korban. Saat ini seluruh barang bukti telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan,” tambahnya.
Ketiga jenazah telah dievakuasi ke RS Sartika Asih, Bandung, untuk pemeriksaan lebih lanjut. Polisi saat ini masih memeriksa sejumlah saksi dan menggali keterangan dari pihak keluarga.
Baca Juga:Acil Bimbo Tutup Usia, Bandung Berduka Kehilangan Putra TerbaiknyaTokoh Agama dan Masyarakat di Jateng Serukan Kedamaian untuk Negeri
“Kami akan mendalami kasus ini dari berbagai sisi. Pemeriksaan terhadap saksi dan barang bukti masih terus dilakukan,” tutup Kompol Luthfi.
Isi Surat Wasiat yang Ditemukan di LokasiSurat yang ditulis dalam bahasa Sunda tersebut mengungkapkan rasa lelah korban menghadapi tekanan hidup, terutama masalah utang dan hubungan rumah tangga. EN mengaku tidak kuat lagi menjalani hidup yang terus dililit utang dan merasa kecewa dengan suaminya yang menurutnya sering berbohong dan tidak bertanggung jawab.
