Sambutan ini memberikan semangat dan motivasi tidak hanya bagi mahasiswa yang terlibat, tetapi juga bagi warga yang hadir untuk lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga.
Pemaparan materi kemudian dibuka oleh Dede Nur Aziz Muslim, Ph.D yang membahas secara khusus mengenai penatalaksanaan hipertensi.
Ia menjelaskan berbagai faktor risiko yang dapat menyebabkan hipertensi, di antaranya konsumsi garam berlebih, pola makan tinggi lemak, kurangnya aktivitas fisik, kebiasaan merokok, serta stres.
Baca Juga:Menkomdigi Sebut Fitur Live Mati Saat Demo Bukan Arahan Pemerintah, TikTok SukerelaUsai Rumahnya Dijarah Massa, Sri Mulyani Buka Suara
Ia juga menekankan pentingnya deteksi dini melalui pemeriksaan tekanan darah secara rutin, kepatuhan dalam mengonsumsi obat antihipertensi sesuai anjuran tenaga kesehatan, serta penerapan gaya hidup sehat yang meliputi olahraga teratur, menjaga berat badan, dan membatasi konsumsi alkohol.
Materi disampaikan dengan bahasa sederhana sehingga masyarakat mudah memahami dan dapat langsung mengaitkan isi materi dengan kehidupan sehari-hari mereka.
Setelah itu, giliran mahasiswa yang menyampaikan pemaparan mengenai pentingnya pola makan sehat.
Mereka menjelaskan bahwa makanan yang dikonsumsi sehari-hari memiliki pengaruh besar terhadap kondisi tekanan darah.
Konsumsi makanan tinggi natrium dapat memicu hipertensi, sementara makanan kaya serat, kalium, dan antioksidan terbukti membantu menurunkan tekanan darah.
Para mahasiswa juga memberikan tips praktis mengenai cara mengurangi penggunaan garam dalam masakan tanpa mengurangi cita rasa, serta jenis-jenis makanan sehat yang sebaiknya dikonsumsi secara rutin.
Sesi ini disambut antusias oleh warga yang hadir. Banyak pertanyaan muncul, mulai dari menu makanan sehat yang sesuai dengan kebiasaan lokal hingga cara mengatur pola makan agar tetap lezat tetapi tetap rendah garam.
Baca Juga:Gibran dan Driver Ojol Ngobrol Bareng di Istana Wapres, Bahas Aspirasi dan Kasus Affan KurniawanMahasiswa Universitas Bhakti Kencana Edukasi Pencegahan Diare di SDIT Matahati dengan Sabun Buatan Sendiri
Diskusi berlangsung hangat karena warga tidak hanya mendengarkan tetapi juga berbagi pengalaman tentang kebiasaan makan yang mereka jalani sehari-hari.
Selain memberikan penyuluhan, mahasiswa juga memperkenalkan sebuah inovasi menarik, yaitu olahan makanan sehat berbahan dasar ubi.
Ubi dipilih karena mudah ditemukan di lingkungan masyarakat, harganya terjangkau, dan memiliki banyak manfaat kesehatan.
Mahasiswa mengolah ubi menjadi puding dengan tekstur lembut sehingga cocok dikonsumsi oleh semua kalangan, termasuk anak-anak dan lansia.
Puding ubi ini bukan sekadar makanan ringan, tetapi juga contoh nyata bagaimana bahan pangan lokal dapat diolah menjadi menu sehat yang mendukung pengendalian hipertensi.
