JABAR EKSPRES – Kasi Intel Korem 061/Surya Kencana, Kolonel Inf. Syafrinaldi menegaskan video yang dibuat oleh salah satu tersangka untuk menyerang Mako Brimob Cikeas atas perintah TNI merupakan hal tidak benar.
“Jadi sekali lagi kami menyampaikan bahwa video yang beredar yang dinyatakan oleh saudara M terkait rencana penyerangan Markas brimob di Cikeas yang melibatkan instansi TNI itu tidak benar,” tegas Kolonel Inf. Syafrinaldi, pada Senin (1/9/2025).
Ia menuturkan, pihaknya telah menyambangi Polres Bogor pada Minggu (31/8), untuk memberikan keterangan bahwa TNI sama sekali tidak terlibat.
Baca Juga:Uya Kuya hingga Eko Patrio Mundur dari DPR RI?Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach Resmi Dipecat NasDem!
“Jadi tidak ada sama sekali TNI terlibat di Markas brimob di Cikeas. Itu poin yang utama yang ingin kami klarifikasi,” katanya.
Selain itu, ia juga menyatakan, TNI-Polri khususnya di wilayah Bogor masih tetap solid dan mengimbau masyarakat agar jangan mudah terprovokasi.
Adapun, masyarakat juga diimbau untuk memilah dan menghindari pemberitaan yang bersifat provokasi dan hoax.
“Jangan mau atau jangan mudah mendengar berita-berita hoax yang bisa memprovokasi termasuk disitu juga ada provokasi terhadap TNI dan Polri. Jadi kami nyatakan kami masih solid,” pungkasnya.
Sebelumnya, Polres Bogor menyatakan, dari keempat tersangka sementara salah satunya yakni berinisial M asal Tangerang Selatan mencatut nama anak dari anggota TNI untuk melakukan unjuk rasa ke Satlat Brimob, Cikeas.
Diketahui, Polres Bogor menangkap 17 orang yang terlibat akan melakukan unjuk rasa di Satlat Brimob Cikeas. Saat ini, pihak kepolisian telah menetapkan sementara empat orang sebagai tersangka yaitu M, AS, RP, dan BS.
Setelah melakukan pendalaman dan konfrontasi antara M dengan B yang merupakan anak dari anggota TNI. Dinyatakan, bahwa M mencatut nama B agar berharap dapat dilepas dari pengamanan Satlat Brimob Cikeas.
Baca Juga:Rumah Sahroni hingga Sri Mulyani Dijarah Oknum Massa, Ananda Badudu : Waspadai Cipta KondisiAksi Buruh di Jakarta Telan Korban, Prabowo: Saya Kecewa, Tindakan Petugas Berlebihan!
Kapolres Bogor AKBP Wikha Ardilestanto menjelaskan, M menyerang Markas Brimob Cikeas adalah inisiatif dari diri sendiri setelah menerima pesan berantai dan bukan atas perintah B yang merupakan anak dari Personel TNI.
Lebih jauh, M sengaja menyebut nama B dengan harapan akan memperoleh perlindungan agar personel Brimob yang menangkapnya akan melepas M.
