JABAR EKSPRES – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengaku pihaknya masih berfokus terhadap distribusi minyak gorang subsidi, Minyakita, dibandingkan dengan perubahan harga eceran tertinggi (HET).
Ia juga memastikan bahwa HET minyak goreng kemasan rakyat atau Minyakita, masih berada di angka Rp15.700 per liter. Hal itu disampaikan Mendag usai menghadiri peluncuran program S’RASA di Sarinah, Jakarta, Kamis (28/8).
“Enggak (menaikkan HET), belum. Kita masih ngomongin distribusi,” ujarnya, dikutip Jumat (29/8/2025).
Baca Juga:Klaim Harga Minyakita Turun Padahal Masih Jauh di Atas HET?Kemendag Sanksi 66 Pelaku Usaha yang Langgar Aturan Minyakita
Ia juga tidak menutup mata terkait adanya perbedaan harga di kalangan para pengecer dengan HET yang ditetapkan oleh pemerintah. Namun, kata dia, harga tersebut hanya sedikit lebih tinggi dibandingkan dengan HET.
Menurutnya, kenaikan harga Minyakita yang bervariasi dari Rp16.600 hingga Rp17.000 per liter di sejumlah wilayah, terutama di wilayah Indonesia Timur. Terjadi lantaran proses distribusinya tidak semudah di Pulau Jawa.
Kendati begitu, kata dia, pihaknya terus melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian/lembaga terkait, guna mencari penyebab utama tingginya harga Minyakita di sejumlah daerah.
“Kita cari sebenarnya penyebabnya itu apa. Karena kan sebenarnya HET Minyakita kan Rp15.700. Sekarang rata-rata nasional Rp16.600. Itu kan rata-rata nasional. Artinya ada di daerah tertentu harganya sesuai HET,” tutur Budi.
Di samping itu, ia mengklaim bahwa saat ini pemerintah masih berbenah dalam pendistribusian minyak kemasan bersubsidi tersebut.
Budi juga menyebut bahwa Kementerian Perdagangan turut menggandeng Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pangan, yakni Bulog, untuk membantu proses distribusi Minyakita.
“Makanya kita benahi dulu, mungkin distribusinya bagaimana. Nanti kita ingin meningkatkan peran BUMN Pangan, untuk distribusi,” kata dia.
Baca Juga:Pengemudi Ojol Dilindas Rantis Brimob, Tagar Polisi Pembunuh Rakyat Trending di XKompolnas Desak Polisi Usut Sopir Rantis Lindas Ojol: Harus Ada Penegakan Hukum
Sebelumnya, Peneliti Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia Eliza Mardian menyampaikan, perlu dilakukan pembenahan pada sistem logistik guna menjaga stabilitas harga pangan, khususnya minyak goreng rakyat atau Minyakita.
Eliza menjelaskan ongkos logistik yang cenderung mahal di Indonesia, bisa menjadi perhatian pemerintah dalam menyusun kebijakan distribusi pangan ataupun kebutuhan lainnya.
Dia mengatakan salah satu penyebab harga Minyakita relatif mahal lantaran faktor distribusi.
