Komisi III Soroti Lambannya Penanganan Jalan Rusak di Kota Banjar

Komisi III Soroti Lambannya Penanganan Jalan Rusak di Kota Banjar
Salah satu ruas jalan yang rusak di Kota Banjar belum mendapat perbaikan. Komisi lll DPRD Banjar mendorong, penanganan jalan harus masuk skala prioritas. (Cecep Herdi/Jabar Ekspres)
0 Komentar

Lubang-lubang besar di jalan tersebut kerap menimbulkan korban, terutama dari kalangan pengendara sepeda motor. Seorang warga setempat, Rendi, bercerita bahwa hampir setiap minggu ada pengendara yang terjatuh di lokasi tersebut.

“Terakhir ada pengendara motor yang jatuh, orang Randegan,” ungkapnya pada Jumat, 22 Agustus 2025.

Ia juga menuturkan insiden yang menimpa seorang pelajar yang mengalami kecelakaan hingga seragamnya penuh lumpur. Rendi menegaskan bahwa masyarakat telah lama berharap adanya perbaikan, tetapi hingga kini belum ada tindakan nyata dari pemerintah.

Baca Juga:Kapolres Banjar Tinjau Kesiapan Dapur Sehat SPPG di LangensariCegah Penyalahgunaan, Kejari Banjar Musnahkan Ratusan Barang Bukti Perkara Narkotika dan Tindak Pidana Umum

Kepala Desa Rejasari, Ahmad Afrizal Rizqi, membenarkan keluhan tersebut. Ia menegaskan bahwa Jalan Bantardawa merupakan aset milik kota dan merupakan akses utama warga.

Afrizal mengaku sudah berulang kali menyampaikan aspirasi masyarakat kepada Wali Kota Banjar, baik dalam rapat koordinasi wilayah maupun musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang).

“Meskipun usulan perbaikan jalan ini telah masuk dalam Sistem Informasi Pemerintahan Daerah (SIPD), sayangnya belum pernah diakomodasi dalam anggaran,” ujarnya dengan nada frustrasi.

Yang ironis, menurut pengakuan warga, meskipun terdapat tiga anggota DPRD Kota Banjar yang kerap melewati jalan tersebut, tidak ada tanda-tanda kepedulian nyata dari mereka.

Aspirasi masyarakat seolah dibiarkan berlalu tanpa ditampung, sehingga kekecewaan warga kian dalam. Mereka merasa terabaikan oleh wakil rakyat yang seharusnya memperjuangkan kepentingan publik. (CEP)

0 Komentar