Beruntung, musibah ini tidak menelan korban jiwa maupun luka-luka. Akan tetapi, rumah Hendi habis dilalap api hingga nyaris rata dengan tanah, menimbulkan kerugian materi diperkirakan mencapai Rp 30 juta.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Namun kerugian materi memang cukup besar karena seluruh bangunan habis terbakar,” ujar Fery.
Berdasarkan observasi sementara yang dilakukan petugas, kebakaran diduga kuat dipicu oleh tungku hawu (tungku tradisional) di dapur yang masih menyisakan bara api.
Baca Juga:Gerakan Pangan Murah Jawab Kebutuhan Warga Desa Cijulang CiamisMengenal Federico Barba, Calon Pemain Baru Persib Bandung dengan Pengalaman Segudang
Hendi diduga lupa memastikan bara tersebut benar-benar padam sebelum pergi tidur. Fery Rochwandi pun mengambil kesempatan ini untuk mengingatkan seluruh warga agar selalu waspada, khususnya dalam penggunaan peralatan dapur.
“Banyak kasus kebakaran rumah dipicu tungku atau peralatan dapur. Kami mengingatkan warga untuk memastikan api benar-benar padam sebelum tidur atau meninggalkan rumah. Hal kecil seperti ini bisa mencegah musibah besar,” tegasnya dengan penuh harap pesannya didengar.
Pascakejadian, kondisi rumah Hendi tinggal puing-puing yang hangus terbakar. Solidaritas sosial warga setempat langsung terlihat, dengan semangat gotong royong, mereka bersama-sama membersihkan puing-puing sisa kebakaran, memberikan dukungan moral, dan mengumpulkan bantuan untuk meringankan beban yang ditanggung Hendi. (CEP)
