JABAR EKSPRES – Tingginya risiko kebakaran dan bencana di wilayah perkotaan mendorong Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Cimahi memperkuat kesiapsiagaan. Namun di balik itu, persoalan keterbatasan personel dan armada masih menjadi tantangan serius yang berpotensi menghambat kecepatan respons.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Achmad Suparlan, mengungkapkan bahwa jumlah personel Damkar Cimahi saat ini hanya 63 orang, jauh di bawah standar ideal yang seharusnya mencapai 120 hingga 180 orang untuk melayani populasi sekitar 600 ribu jiwa.
“Kalau mengikuti aturan Permendagri, hitungannya 1 personel untuk 3.500 sampai 5.000 penduduk. Artinya, dengan jumlah penduduk Cimahi, kita masih jauh dari ideal,” jelas Achmad saat ditemui di Mako Damkar, Techno Park, Cimahi Selatan pada Minggu (24/8/2025).
Baca Juga:Tangani 60 Kasus Kebakaran Sejak Januari-Agustus 2025, Damkar Kabupaten Bogor Pastikan Tak Ada Korban JiwaLowongan Damkar DKI Jakarta 2025 Dibuka, 4 Tes Fisik ini Perlu Dikuasai Pelamar
Selain keterbatasan SDM, kondisi armada juga memperparah situasi. Dari 13 unit kendaraan pemadam yang dimiliki, hanya tiga di antaranya yang benar-benar layak operasional. Enam unit dinilai kurang layak, sementara empat lainnya tidak dapat digunakan sama sekali.
“Seperti kejadian di Baros kemarin, ada armada yang mogok. Jadi, yang bisa benar-benar dipakai dengan maksimal hanya tiga,” tegas Achmad.
Meski menghadapi berbagai keterbatasan, Damkar Cimahi tetap berupaya meningkatkan kapasitas melalui simulasi penyelamatan. Salah satunya digelar di jembatan Pemkot Cimahi. Simulasi tersebut memperagakan teknik penyelamatan vertikal untuk korban yang terjebak di ketinggian.
“Contohnya saat melakukan penyelamatan di Padasuka, dari magrib sampai jam setengah satu malam. Dari pengalaman itu, kami sepakat perlu memperkuat kemampuan vertical rescue,” ujar Achmad.
Ia menambahkan, Damkar Cimahi juga tengah menyiapkan dua rangkaian simulasi lainnya. Pertama, penyelamatan di gedung tinggi seperti Cimahi Mall, dengan metode rafting untuk mengevakuasi korban yang tidak mampu turun, misalnya karena penyakit jantung. Kedua, simulasi kebakaran di area heritage Lapas Poncol.
“Sepertinya belum pernah ada yang mencoba simulasi di lapas, dan ini penting karena risikonya cukup tinggi,” katanya.Terkait dukungan eksternal, Achmad menyebut peran relawan sangat strategis sebagai kepanjangan tangan Damkar di lapangan. Relawan berfungsi sebagai pusat informasi di wilayah masing-masing untuk mempercepat pelaporan dan respons kejadian.
