GARUT – Universitas Bhakti Kencana menggelar kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kelurahan Sukajaya Kecamatan Tarogong Kidul, Kabupaten Garut, pada 21 Agustus 2025.
Ketua Pelaksana Kegiatan Yani Annisa F.B M.Kep menuturkan, dalam pelaksanaannya kelompok 32 tersebar di 6 RW
Pelaksanaan KKN mengangkat tema, “Pencegahan Hipertensi melalui Media Booklet dan Demonstrasi Minuman Herbal,’’ ujar Yani dalam keterangannya.
Baca Juga:Outlet Ayam Panggang Roscik Buka Gerai kelima di Kota BandungWarga Cibeber Cimahi Gelar Gerak Jalan dan Karnaval Meriahkan HUT RI ke-80
Menurutnya, berdasarkan hasil kajian menunjukan bahwa terdapat permasalahan kesehatan yang terjadi di masyarakat.
Masalah kesehatan Hipertensi ada sekitar 30 persen sampai dengan 40 persen. Hal ini akibat kurang pengetahuan dalam pengaturan pola makan.
‘’Kesadaran masyarakat untuk melakukan kontrol ke fasilitas kesehatan juga masih rendah,’’ ujar Yani.
Sosialisasi Melalui Media Booklet dan MInuman Herbal
Untuk mengantisipasi masalah ini, Mahasiswa bersama tim dosen memberikan sosialisasi untuk pencegahan Hipertensi melalui Media Booklet.
Selain itu, warga setempat juga diajak untuk pola hidup sehat mengkonsumsi minuman herbal yang memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh.
Yani menuturkan, kegiatan ini merupakan bagian dari sinergi antara dosen dan mahasiswa dalam melaksanakan Tridarma perguruan tinggi.
Kegiatan pengabdian masyarakat dilaksanakan pada hari Kamis, 21 Agustus 2025 dipimpin langsung oleh Yani Annisa F.B M.Kep sebagai ketua beserta tim dosen pembimbing lainnya.
Baca Juga:Sekda Jabar Kukuhkan 1.500 Anggota Forum OSIS Jawa Barat yang Punya Karakter Panca Waluya Nepotisme di PDAM Tirtawening Kota Bandung Terungkap, 17 Pegawai Diduga Kerabat dari Mantan Dirut
Tim ini terdiri dari para profesional diantaranya Winasari dewi M.Kep, Santi Rinjani M.Kep, Yusni Ainurrhman M.Si, Iman Nurjaman M.Kep, Ridwan M.Si. Rany Y M.Kes dan Nisa M.Si.
Tim dosen menjelaskan bahwa edukasi hipertensi sangat penting mengingat penyakit ini menjadi salah satu penyebab utama kematian di Indonesia, namun sering tidak disadari gejalanya oleh masyarakat.
“Kami ingin masyarakat memahami bahwa hipertensi bisa dicegah dan dikendalikan dengan pola hidup sehat dan rutin mengkonsumsi obat,’’ ungkapnya.
Adapun media booklet yang kami bagikan berisi informasi mengenai penyebab, gejala, langkah pencegahan hipertensi dan kapan harus ke dokter.
Selain pembagian booklet, tim juga mengadakan demonstrasi pembuatan minuman herbal berbahan alami yaitu dengan menggunakan daun salam yang dibuat menjadi teh.
