JABAR EJSPRES – Menstruasi merupakan siklus alami yang dialami setiap wanita usia subur, namun terkadang, ketika mengalaminya banyak wanita yang rentan sakit saat haid.
Meski normal, tidak sedikit wanita yang mengeluhkan rasa sakit, kram perut, hingga tubuh terasa lemah saat datang bulan. Kondisi ini sering disebut dismenore, yakni rasa nyeri yang muncul menjelang atau selama menstruasi.
Intensitas nyeri haid bisa berbeda pada setiap wanita, ada yang hanya merasakan kram ringan, namun ada pula yang mengalami nyeri cukup parah hingga mengganggu aktivitas harian.
Baca Juga:Guterres Desak Gencatan Senjata di Gaza, Peringatkan Ancaman Kehancuran BesarInfinix Hot 60 Pro, Punya Desain Super Tipis Dengan Layar AMOLED
Penyebab rentan sakit saat haid umumnya berkaitan dengan perubahan hormon serta kondisi tertentu pada organ reproduksi. Selain itu, faktor gaya hidup dan kesehatan secara keseluruhan juga dapat memperburuk sakit saat haid.
Berikut pembahasan lengkap mengenai faktor-faktor penyebab wanita mudah sakit saat haid.
1. Kadar Hormon Prostaglandin Tinggi
Salah satu penyebab utama munculnya nyeri saat haid adalah meningkatnya produksi hormon prostaglandin. Hormon ini dilepaskan tubuh untuk merangsang kontraksi otot rahim agar dinding rahim bisa meluruh dan keluar dalam bentuk darah menstruasi.
Namun, jika kadar prostaglandin terlalu tinggi, kontraksi rahim menjadi lebih kuat dan intens. Kondisi ini bisa menekan pembuluh darah, sehingga aliran oksigen ke jaringan rahim berkurang. Akibatnya, muncullah rasa kram yang tajam di perut bagian bawah.
Selain memicu nyeri perut, prostaglandin juga dapat menimbulkan gejala lain seperti mual, muntah, sakit kepala, lemas, hingga diare. Tidak heran jika sebagian wanita merasa tubuhnya sangat tidak nyaman selama masa haid, bahkan lebih rentan sakit dibanding hari-hari biasa.
2. Kondisi Medis pada Organ Reproduksi
Selain faktor hormonal, beberapa kondisi medis yang berkaitan dengan organ reproduksi juga bisa menjadi penyebab nyeri haid yang berat. Beberapa di antaranya antara lain:
Endometriosis
Kondisi ketika jaringan mirip lapisan rahim tumbuh di luar rahim. Jaringan ini tetap merespons perubahan hormon setiap siklus haid, sehingga dapat menyebabkan rasa sakit hebat.
Fibroid rahim (miom)
Baca Juga:Harga Emas UBS Hari Ini, 22 Agustus 2025: Stabil dengan Tren Kuat di Pasar DomestikJabar Targetkan Zero New Stunting pada 2025 melalui Langkah Terpadu
Pertumbuhan jaringan non-kanker di dalam rahim yang dapat menekan dinding rahim dan memperparah rasa nyeri saat menstruasi.
