1. Persiapkan Postur Tubuh
Mulailah dengan berdiri tegak, bahu rileks, dan dagu sedikit terangkat sehingga kepala sejajar dengan pandangan lurus ke depan. Pastikan punggung tidak membungkuk dan berat tubuh terbagi rata di kedua kaki.
2. Posisi Tangan
Saat berjalan, ayunkan tangan secara natural di sisi tubuh. Siku bisa sedikit ditekuk agar gerakan terasa lebih luwes dan tidak kaku.
3. Teknik Langkah Kaki
Langkah sebaiknya tidak terlalu lebar maupun terlalu kecil, idealnya sekitar 50–70 cm. Saat menapak, posisikan tumit menyentuh tanah lebih dulu, kemudian gulirkan pijakan hingga ujung jari kaki. Gerakan ini membantu otot betis dan paha bekerja lebih optimal.
Baca Juga:Huawei Resmi Luncurkan MatePad 11.5 S 2025, Tablet Premium dengan Spek Mewah6 Alasan Wajib Nonton Demon Slayer: Infinity Castle, Jangan Sampai Ketinggalan!
4. Irama Pernapasan
Atur napas sesuai ritme langkah. Misalnya, dua langkah untuk menarik napas dan dua langkah berikutnya untuk menghembuskan.
Dengan pola ini, oksigen yang masuk ke tubuh lebih teratur sehingga stamina tetap terjaga.
5. Fokus dan Mindfulness
Selama berjalan, usahakan fokus pada gerakan tubuh, langkah, serta pernapasan. Hindari gangguan seperti bermain ponsel agar benar-benar bisa merasakan manfaatnya, baik secara fisik maupun mental.
Tips Agar Japanese Walking Lebih Maksimal
- Gunakan sepatu yang nyaman. Pilih sepatu dengan bantalan empuk agar kaki tidak cepat sakit.
- Mulai dari jalur datar. Setelah terbiasa, kamu bisa mencoba berjalan di jalan setapak atau taman untuk melatih keseimbangan.
- Lakukan secara rutin. Minimal 20–30 menit setiap hari agar hasil lebih terasa.
- Lakukan stretching. Lakukan peregangan ringan sebelum dan sesudah berjalan untuk menghindari kram otot.
- Jangan terlalu cepat. Berjalanlah dengan kecepatan sedang agar tidak cepat lelah.
Perbedaan dengan Jalan Kaki Biasa
Jalan kaki biasa sering kali dilakukan tanpa perhatian khusus pada postur tubuh. Akibatnya, sebagian orang justru merasa pegal di punggung atau lutut setelah berjalan jauh.
Sebaliknya, Japanese Walking menekankan kesadaran penuh pada gerakan, posisi tubuh, dan napas, sehingga manfaat yang diperoleh lebih menyeluruh.
Dengan kata lain, Japanese Walking bukan sekadar jalan kaki, melainkan kombinasi olahraga ringan dengan latihan postur dan mindfulness.
Salah satu alasan mengapa teknik ini viral adalah karena siapa pun bisa melakukannya. Anak-anak, orang dewasa, hingga lansia bisa mencoba metode ini tanpa risiko besar. Gerakannya sederhana, mudah dipelajari, dan aman untuk kesehatan sendi.
