BPBD Cimahi Latih Pengurus Rumah Ibadah Hadapi Bencana

BPBD Cimahi Latih Pengurus Rumah Ibadah Hadapi Bencana
Pelatihan dan Materi Mitigasi Bencana Bagi Pemula Agama di kota Cimahi (Mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pengurus rumah ibadah lintas agama di Kota Cimahi mengikuti pelatihan kesiapsiagaan bencana yang digelar oleh BPBD selama dua hari, 12–13 Agustus 2025. Pelatihan ini merupakan langkah penting untuk meningkatkan kesiapan dalam menghadapi potensi bencana.

Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Cimahi, Fitriandy Kurniawan, menjelaskan bahwa pelatihan ini diikuti oleh puluhan pengurus masjid, gereja, dan pura di Kota Cimahi. Mereka dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan mitigasi untuk menghadapi ancaman gempa bumi, banjir, dan kebakaran.

“Pengurus rumah ibadah adalah komunitas strategis yang berperan langsung dalam penyelamatan jamaah,” katanya saat ditemui Jabar Ekspres di Alam Wisata Cimahi (AWC) pada Rabu (13/8).

Baca Juga:Banyak Kawasan Industri, Pengusaha Australia Didorong Investasi di Jawa Tengah Newcastle Resmi Gaet Malick Thiaw dari AC Milan, Kontrak Empat Tahun

Menurut Andy, langkah ini penting karena rumah ibadah kini tak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai titik awal kesiapsiagaan bencana.

Ia menambahkan bahwa materi pelatihan meliputi prosedur evakuasi, pertolongan pertama, serta penanganan darurat sesuai jenis bencana.

“Pelatihan ini disusun secara inklusif agar materi dapat diterima dan dipahami dengan baik oleh peserta dari berbagai latar belakang agama,” bebernya.

Andy menjelaskan bahwa metode pembelajaran terdiri dari teori dan praktik, mulai dari pengenalan potensi bahaya, penentuan jalur evakuasi, hingga teknik penyelamatan diri dan jamaah secara cepat dan efektif.

Pada hari kedua, pelatihan mitigasi bencana khusus bagi pengurus rumah ibadah ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang telah dimulai sejak kemarin.

“Pelatihan ini menyasar pengurus masjid, gereja, dan pura, dengan tujuan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama gempa bumi,” ujarnya.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta dilatih untuk membuat denah jalur evakuasi, menentukan titik kumpul, dan menyusun prosedur evakuasi lanjutan.

Baca Juga:Perpisahan Haru Gianluigi Donnarumma dari PSGSelangkah Lagi Gabung Everton, Jack Grealish Siap Reinkarnasi di Goodison Park

Andy menuturkan bahwa rumah ibadah menjadi lokasi konsentrasi massa yang rawan saat bencana, karena rutin dipadati jamaah atau jemaat pada waktu-waktu tertentu, seperti salat berjamaah, kebaktian Minggu, maupun peribadatan umat Hindu.

“Peserta diminta membawa denah rumah ibadah masing-masing untuk kemudian dipraktikkan dalam penyusunan jalur evakuasi yang aman. Kami juga melatih mitigasi bencana di lokasi yang berdekatan dengan jalan besar, serta cara bergerak cepat namun tertib saat peringatan dini bencana berbunyi,” ujar Fithriandy.

0 Komentar