Dedi Mulyadi Ingin Akuisisi Beberapa Rumah Sakit Kota Kabupaten jadi RSUD Provinsi di 2026

Dedi Mulyadi usai menyampaikan beberapa prioritas tahun 2026.(son)
Dedi Mulyadi usai menyampaikan beberapa prioritas tahun 2026.(son)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Gubernur Jabar Dedi Mulyadi nampak serius untuk mengakuisisi sejumlah RSUD Kabupaten Kota. Itu untuk pemerataan pelayanan kesehatan.

Komitmen itu ditegaskan dalam agenda prioritas dalam pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026. Hal itu juga telah disampaikan kepada para wakil rakyat, kamis (7/8) sekaligus menyampaikan pengantar untuk pembahasan APBD 2026.

Dedi Mulyadi menuturkan, akan ada beberapa prioritas dalam APBD 2026 nanti. Misalnya di sektor kesehatan. “Kami ingin meningkatkan layanan di bidang kesehatan, ” katanya.

Baca Juga:Polemik Pengembangan Pasar Kreatif Jawa Barat, Sebagian Dihentikan SementaraAjak Warga Kibarkan Merah Putih, Bupati Bogor: Benteng Terakhir adalah Persatuan! 

Pria yang akrab disapa KDM itu menguraikan, peningkatan layanan kesehatan itu salah satu langkahnya adalah dengan akusisi RSUD Kota Kabupaten.

Dimulai dari wilayah utara atau pantura. Yaitu RSUD Pantura M. A. Sentot Patrol. Pemerintah Daerahnya juga sudah cukup sependapat.

Kemudian untuk wilayah Priangan Timur. “Pemkab Tasikmalaya juga sudah menawarkan. Jajaran rumah sakitnya juga meminta, ” urainya.

Demikian halnya nanti untuk cover wilayah barat. Itu untuk memudahkan rujukan rumah sakit bagi warga Bogor hingga Depok.

Fokus lain juga bakal menyasar bidang infrastruktur. KDM ingin menuntaskan beberapa permasalahan kemacetan di beberapa titik di Jabar.

Misalnya dengan Underpass Citayam, Jembatan Layang untuk Gatot Subroto di Cimahi, atau jembatan layang untuk Kabupaten Bandung.

Berikutnya adalah fokus revitalisasi embung dan danau di Jawa Barat. Itu bisa dikembalikan sebagai fungsi ekosistem air hingga wisata. “Termasuk menuntaskan ketertinggalan listrik, ” cetusnya. (son)

0 Komentar