Dugaan Kekerasan di SMAT KN Bandung Jadi Sorotan, Disdik Jabar dan Inspektorat Perlu Lakukan Pemeriksaan 

Dugaan Kekerasan di SMAT KN Bandung Jadi Sorotan, Disdik Jabar dan Inspektorat Perlu Lakukan Pemeriksaan 
Gerbang menuju SMA Terpadu Krida Nusantara (SMAT KN), yang berlokasi di wilayah Desa Cipadung, Kecamatan Cibiru, Kota Bandung, Jawa Barat. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

“Pertama kenapa tidak ada satgas, kenapa satgasnya belum dibentuk. Berarti inspektorat dalam hal ini juga harus memberikan konfirmasi, atau inspektorat sudah melakukan evaluasi ke sekolah-sekolah. Jadi panjang juga urusan,” ungkapnya.

Menurut informasi yang dihimpun Jabar Ekspres, jumlah peserta didik yang menjadi korban perundungan hingga kekerasan di SMAT KN Bandung cukup banyak.

Bahkan, siswa yang mengundurkan diri alias tak melanjutkan pendidikan di SMAT KN Bandung, sekitar mencapai 30 orang peserta didik.

Baca Juga:Buat Relaksasi Pengunjung, Pelaku Usaha di Bogor Tetap Putar Musik Meski Ada Wacana Pembayaran Royalti Pemprov Jabar Siap Hadapi Gugatan FKSS, Sekda: Kami Hormati dan Kami Persiapkan!

Perundungan hingga tindak kekerasan yang dilakukan senior kepada junior di SMAT KN cukup beragam. Perlakuan buruk tersebut yakni, mulai dari pemukulan dan pengeroyokan yang diduga dilakukan siswa senior kepada junior.

Mirisnya, SMAT KN Bandung merupakan sekolah menengah atas yang memiliki nilai keagamaan, keterampilan, peduli lingkungan hingga kedisiplinan tinggi berbasis semi militer.

Akan tetapi, pengawasan tenaga pendidik di SMAT KN Bandung diduga abai dan seakan tak peduli dengan buruknya perlakuan senior terhadap junior.

Kekerasan yang diduga dilakukan siswa senior terhadap junior itu, bahkan kerap dilakukan di dalam area asrama alias lingkungan sekolah.

“Selama ini inspektorat melakukan pengawasan sampai sejauh mana, sekolah mana saja yang belum ada Satgasnya, dan apa sanksinya apa kalau sekolah belum punya Satgas,” ujar Antik.

Dia mencontohkan, jika dilihat dari aturan dan penerapan di level universitas, pembentukan Satgas Pengawasan ini merupakan kewajiban.

“Kalau kampus itu keras, jika belum ada Satgas bisa kena turun akreditasi. Makanya semua kampus berlomba bikin Satgas, suka tidak suka. Kenapa, karena bisa kena sanksi oleh kementerian,” beber Antik.

Baca Juga:Hilang Tiga Hari, Warga Ciseeng Ditemukan Meninggal Dunia di dalam SumurDiduga Hilang Kendali, Pelajar di Bandung Barat Meninggal Dunia Usai Terlibat Kecelakaan 

“Berarti harusnya di level sekolah harus ada sanksi juga, jika sekolah tidak punya Satgas itu berpotensi kena sanksi, apa dihentikan,” pungkasnya. (Bas)

Reporter: Yanuar Baswata

0 Komentar