“Melalui PINTU, kami melihat bagaimana kerja sama bisa menciptakan dampak konkret. Desainer dan perajin tidak hanya memamerkan karya, tapi juga membangun jejaring, menciptakan produk bersama, dan berbagi nilai budaya,” kata Soegianto.
Seminar ini memperkuat posisi subsektor fesyen dan kriya sebagai bagian penting dalam mendorong ekonomi kreatif Indonesia, baik sebagai alat diplomasi budaya maupun sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi baru.
Kolaborasi yang terbangun juga mendukung program utama Sinergi Ekraf dalam Asta Ekraf, yang bertujuan membangun ekosistem industri kreatif yang saling terhubung, kompetitif, dan berdaya tahan melalui kemitraan antar pelaku industri.(Mega Valuta/Magang)
