Sistem menabung ini, menurutnya dapat melindungi hak peserta didik. Agar siswa bisa mendapatkan pendidikan yang adil, merata, dan tidak diskriminatif.
Apabila merujuk pada budaya Kesundaan, sistem menabung yang diterapkan SMK Pasundan Rancaekek, mirip dengan tradisi asal Jawa Barat dengan sebutan Perelek.
Diketahui, Perelek, atau yang lebih dikenal dengan “Beas Perelek” di Jawa Barat, merupakan tradisi gotong royong masyarakat Sunda.
Baca Juga:Pelepasan Mahasiswa KKN Unigal, Dewan Pembina Tekankan Pentingnya Komunikasi EfektifDrainase Buruk, Sekolah hingga Puluhan Rumah di Cimahi Terendam Banjir
Adapun dalam pengaplikasian Perelek, warga secara sukarela menyumbangkan sebagian beras atau uang, untuk kepentingan bersama, seperti membantu warga yang membutuhkan, kegiatan sosial, atau untuk kebutuhan umum wilayah.
Tradisi Jawa Barat ini, mencerminkan nilai-nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian sosial yang kuat dalam masyarakat Sunda.
“Kita menabung di sini juga untuk kunjungan industri, itu sesuai kurikulum. Termasuk untuk study tour,” ujar Saepudin.
“Kita biasanya menyesuaikan dengan tabungan siswa, jika tujuan study tour biayanya melebihi tabungan per siswa, setidaknya tidak terlalu memberatkan orangtua,” tambahnya.
Saepudin mengungkapkan, aturan Gubernur Jabar ini, dinilai membatasi hak siswa untuk bersenang-senang.
“Study tour dari dulu dilakukan sebagai bentuk refreshing, setahun sekali siswa bersama teman-teman sekolah berkegiatan di luar,” ungkapnya.
Saepudin menyampakan, agar aturan berkegiagan di luar sekolah dapat dilonggarkan, sebagai pemenuhan hak siswa untuk refreshing usai setahun penuh melaksanakan kewajiban mengemban ilmu pendidikan.
Baca Juga:Alasan Kendala Teknis, Baznas Ciamis Baru Publikasi Laporan Keuangan Tahun 2022-2023 Pasca Digedor Publik?Bagai Fenomena Gunung Es, Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Cimahi Naik-Turun
“Alhamdulillah dengan sistem menabung ini, cukup meringankan beban orangtua ketika ada kegiatan, baik untuk praktik, liburan mandiri atau liburan bersama teman-teman sekolah,” bebernya.
“Termasuk jika ada siswa yang benar-benar perlu bantuan, semua siswa selalu bersedia memberikan dukungan,” pungkas Saepudin. (Bas)
Reporter: Yanuar Baswata
