JABAR EKSPRES – Senin pagi (21/07/2025) ada permandangan berbeda di Jalan Diponogoro Kota Bandung. Deretan bus pariwisata parkir berjejer. Tepat di depan gedung pemerintahan Provinsi Jawa Barat.
Bukan mengantarkan wisatawan. Tapi bus pariwisata di parkir untuk melakukan aksi protes terhadap kebijakan larangan study tour oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi.
Sebagai bentuk protes, sopir bus pariwisata juga membunyikan klakson dengan suara khas telolet. Sontak saja pada pagi itu suasana menjadi bising. Pemicu letupan kemarahan ini adalah Surat Edaran No. 45/PK.03.03/KESRA, yang melarang study tour ke luar provinsi.
Baca Juga:SGDLF 2025 Kembali Digelar, Debat Hukum dan Legal Opinion jadi Sorotan Miris! Tertemper Kereta di Perlintasan Tanpa Palang, Penjual Mainan Keliling Meninggal di Tempat
Berdasarkan data Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Jabar, tingkat okupansi hotel di Jabar pada periode Januari hingga Mei 2025 rata-rata 35 persen, jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya yang stabil di kisaran 80-82 persen.
Selain itu, PHRI mencatat sekitar 3.000 pekerja perhotelan di Jabar terpaksa harus dilakukan pengurangan jam kerja akibat merosotnya okupansi hotel tersebut. Larangan study tour disebut sebagai salah satu faktor yang memperburuk situasi ini.
Herdis Sudardja, koordinator aksi, menyerukan perlawanan terhadap kebijakan Dedi Mulyadi. Dia menuntut agar kebijakan larangan study tour dicabut.
“Tuntutan hanya satu, cabut larangan gubernur terkait kegiatan study tour sekolah, ” seru Herdi.
Menurutnya, kebijakan larangan study tour telah merugikan pelaku usaha sektor pariwisata. Sektor wisata banyak memiliki rangkaian para pelaku usaha.
UMKM yang bergerak di bidang usaha oleh-oleh, katering, perusahaan travel dan hotel terancam gulung tikar oleh kebijakan Dedi Mulyadi yang serampangan itu.
Untuk sektor pariwisata sendiri 13.000 pekerja yang terancam kehilangan mata pencahariannya. Kebijakan ini disebut sangat tidak pro rakyat. Bahkan dia menyebut Dedi Mulyadi tidak punya nyali untuk bertemu dengan para pendemo.
Baca Juga:Joran dan Rakit Warnai Saguling Water Fest 2025, Jadi Magnet Baru Wisata Bandung BaratKetangkasan Domba Jadi Strategi Jeje Ritchie Bangkitkan Agribisnis KBB
Kordinator Solidaritas Para Pekerja Pariwisata Jawa Barat (P3JB) itu mengancam akan terus menyuarakan keadilan melalui jalur lain.
Suara keluh kesah para pelaku usaha akan disampaikan melalui parlemen di DPRD Jabar dan DPR RI. Bahkan akan mengadukan masalah ini dengan menyurati Presiden Prabowo.
Dituding Aspirasi Bukan dari Jawa Barat
