Dugaan Kebocoran Data 4,6 Juta Warga Jabar, Diskominfo Minta Masyarakat Lebih Bijak

Ilustrasi hacker (Meta AI)
Ilustrasi hacker (Meta AI)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Diskominfo Jabar turut merespons dugaan kebocoran data 4,6 juta warga. Menurutnya hal itu tidak benar.

Kepala Diskominfo Jabar Adi Komar mengaku juga telah mendapati informasi tersebut. Pihaknya juga langsung mendalami dugaan kebocoran data sebagai mana yang disampaikan akun DigitalGhostt dalam media sosial X.

“Kami pastikan bahwa klaim kebocoran data yang dikelola Pemprov Jabar itu tidak benar. Itu hasil penelusuran kami, ” tuturnya.

Baca Juga:Haurngombong Menenun Masa Depan: Pelatihan Jahit Buka Jalan Menuju Dunia KerjaTinggi Tower Masjid Raya Kabupaten Bogor Ditetapkan 100 Meter, Bukan 96 Meter

Adi melanjutkan, Pemprov Jabar punya komitmen serius untuk menjaga keamanan data warga. Upaya tersebut dilakukan dengan penguatan teknologi keamanan informasi.

“Kami juga intens koordinasi dengan Instansi terkait. Lalu seluruh pegawai juga selalu diingatkan mengenai pentingnya perlindungan data pribadi dan data strategis pemerintah, ” sambungnya.

Menurut Adi, sistem yang ada di Pemprov juga terus diperkuat untuk mengantisipasi kejadian serupa.

Ia mengimbau agar masyarakat tetap tenang. Artinya tidak perlu sampai terprovokasi dengan informasi yang beredar.

“Kami harap masyarakat bisa lebih bijak. Itu terkait berbagai informasi yang beredar di media sosial, ” cetusnya.

Lalu jika memang mengalami kerugian atau mendapati hal hal yang melanggar, bisa melaporkan ke pihak yang berwenang. Agar hal itu bisa ditindaklanjuti.

Sebelumnya, keamanan digital masyarakat Jawa Barat kembali menjadi perhatian. Itu setelah muncul dugaan kebocoran data pribadi sebanyak 4,6 juta warga.

Baca Juga:Sunatan Eksklusif Gratis Berjalan Lancar, Billy Martasandy: Semoga Memberikan Nilai KemanfaatanRamai Warga Berfoto di Tugu Helikopter, Pemkab Bogor Jelaskan Alasan Tidak Sediakan Parkir

Informasi ini mencuat melalui platform media sosial X. Di mana akun bernama DigitalGhostt mengklaim telah berhasil mengakses data tersebut.

Dalam postingannya, akun tersebut turut mempertanyakan sistem keamanan siber di Indonesia. Akun itu turut menyertakan tangkapan layar bergambar logo Pemprov Jabar, Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah.(son)

0 Komentar