JABAR EKSPRES – Persib Bandung terus mematangkan persiapan menghadapi musim 2025/2026 dengan menjalani pemusatan latihan (TC) di Thailand.
Selama lebih dari sepekan, suasana positif dan penuh semangat menyelimuti tim, menjadi sinyal kuat kesiapan Maung Bandung menatap kompetisi.
Bek asal Brasil, Julio Cesar, menyambut antusias seluruh rangkaian latihan di Negeri Gajah Putih. Ia menyebut, atmosfer yang terbangun sangat mendukung peningkatan performa individu maupun kolektif tim.
Baca Juga:Barcelona Resmi Boyong Rashford, Akhiri Perburuan Luis DiazMenara BTS Tanpa Izin Lengkap di Sumedang, Fraksi Golkar Turun Tangan
“Ini momen yang luar biasa bersama rekan-rekan satu tim,” ujar Julio, dikutip dari laman resmi klub, Jumat (25/7).
“Setiap harinya kami semakin lebih baik, baik di dalam maupun luar lapangan. Kami membangun kekompakan bersama selama berada di Thailand,” sambungnya.
Julio yang mengenakan nomor punggung 4 itu menilai, tidak hanya dari segi teknik dan fisik, tetapi aspek emosional dan kebersamaan antar pemain juga semakin kuat.
Menurutnya, latihan yang dipimpin tim pelatih PERSIB telah berjalan sesuai harapan. Agenda latihan dirancang dengan variasi yang membuat pemain tidak hanya fokus tapi juga menikmatinya.
“Selama di sini ada beberapa gim. Saya pikir kami melakukannya dengan sangat baik,” katanya.
“Tentu saya sudah tidak sabar bermain di kompetisi. Saya percaya tim ini akan tampil lebih baik, termasuk di ajang AFC Champions League Two,” lanjut dia.
Sementara itu, kesan positif juga datang dari sesama pemain Brasil, Uilliam Barros Pereira. Striker bernomor punggung 94 ini merasa atmosfer latihan sangat mendukung proses adaptasinya di tim.
Baca Juga:Tertibkan PKL, Satpol PP Bogor Relokasi 130 Pedagang di Pasar CisaruaDiskominfo Kabupaten Bogor dan BIG Jalin Sinergi Tingkatkan Literasi Geospasial Publik
“Latihannya menyenangkan. Setiap sesi harus dinikmati dan dilakukan dengan semangat. Kami punya waktu untuk saling mengenal dan membangun chemistry,” tutur Uilliam.
Ia mengaku senang bisa terus bersama rekan-rekannya dalam rutinitas harian selama TC. Tak hanya di lapangan, tetapi juga saat makan, istirahat, dan aktivitas bersama lainnya yang memperkuat ikatan dalam tim.
Kebersamaan ini menurut Uilliam sangat penting agar saat kompetisi dimulai, mereka sudah menjadi satu kesatuan yang solid dan saling memahami.
“Di sini kami memantapkan persiapan lewat gim-gim internal yang intens. Yang pasti, training camp ini berjalan maksima,” katanya.
