Panen Raya di Dayeuhkolot, Inovasi Pupuk dan Alsintan Dongkrak Produktivitas Petani Kabupaten Bandung

Panen Raya di Dayeuhkolot, Inovasi Pupuk dan Alsintan Dongkrak Produktivitas Petani Kabupaten Bandung
Jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung terus menggenjot produktivitas pertanian demi mewujudkan swasembada pangan melalui inovasi pupuk organik dan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) secara masif. Foto Agi
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung terus menggenjot produktivitas pertanian demi mewujudkan swasembada pangan.

Dalam pelaksanaan panen raya padi di Desa Citeureup, Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Jumat (25/7/2025), dihadiri langsung oleh Bupati Bandung Dadang Supriatna bersama Dandim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Inf Tinton Amin Putra, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono, Kepala Kejari Bale Bandung dan Dinas Pertanian.

Dalam panen raya kali ini tidak hanya menjadi simbol keberhasilan petani, tetapi juga menandai keberhasilan kolaborasi lintas sektor dalam mendorong transformasi pertanian melalui inovasi pupuk organik dan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) secara masif.

Baca Juga:Pemerintah Genjot Strategi Kuartal III Demi Jaga Target Pertumbuhan Ekonomi 2025DPR dan Pemerintah Sepakati Kenaikan Target Pajak dalam RAPBN 2026

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengungkapkan rasa syukurnya atas capaian para petani yang berhasil meningkatkan hasil panen secara signifikan.

“Saat ini, berkat penggunaan pupuk organik yang dikembangkan koperasi Bangbara, hasil panen petani yang sebelumnya hanya 5 hingga 6 ton per hektare, kini sudah mampu mencapai 8 hingga 10 ton,” ujar Dadang.

Peningkatan ini, kata dia, tak lepas dari peran para petani yang mulai mengolah lahan secara lebih intensif, didukung pendampingan dari TNI, Dinas Pertanian, dan mitra lainnya.

Inovasi pupuk ini pun menjadi bagian dari upaya jangka panjang untuk menciptakan pertanian yang berkelanjutan.

“Pupuk organik yang digunakan ini bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga mampu menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang. Bahkan, ke depan panen bisa dilakukan tiga hingga empat kali dalam setahun,” tambahnya.

Program ini, kata Dadang, baru diterapkan pada sekitar 30.000 petani dari total 70.000 petani yang ada di Kabupaten Bandung. Targetnya, dalam beberapa tahun ke depan seluruh petani sudah bisa menggunakan pupuk organik tersebut.

“Kita akan terus dorong perluasan program ini. Selain untuk tanaman padi, kami juga tengah mengembangkan pada sektor hortikultura dan sayur-mayuran. Produksi sayuran bahkan sudah naik 100 persen,” ungkapnya.

Baca Juga:Dorong Perbaikan dalam Pelayanan, Bupati Bogor Ajak APDESI Bersinergi Bangun DesaNgeyel Parkir di Badan Jalan, Siap-siap Digembok Dishub KBB!

Lebih jauh, Kang DS sapaan akrabnya menyebut jika peningkatan produktivitas pertanian merupakan bagian dari program strategis nasional yang digagas Presiden RI Prabowo Subianto dalam rangka menjaga ketahanan pangan nasional.

0 Komentar