Panen Raya di Dayeuhkolot, Inovasi Pupuk dan Alsintan Dongkrak Produktivitas Petani Kabupaten Bandung

Panen Raya di Dayeuhkolot, Inovasi Pupuk dan Alsintan Dongkrak Produktivitas Petani Kabupaten Bandung
Jajaran Forkopimda Kabupaten Bandung terus menggenjot produktivitas pertanian demi mewujudkan swasembada pangan melalui inovasi pupuk organik dan penggunaan alat mesin pertanian (alsintan) secara masif. Foto Agi
0 Komentar

Pemerintah daerah, tegasnya, siap menjadi garda terdepan untuk mewujudkan target tersebut.

“Ini bukan hanya program Kabupaten Bandung, tapi bagian dari kebijakan nasional yang harus kita dukung. Alhamdulillah, Forkopimda di sini solid dan kompak. Kita gotong royong mendukung petani,” katanya.

Tahun ini saja, total produksi beras Kabupaten Bandung sudah mencapai 320.000 ton. Angka ini akan terus ditingkatkan dengan strategi inovatif, mulai dari pemanfaatan lahan secara efisien, dukungan teknologi, hingga penggunaan pupuk ramah lingkungan.

Baca Juga:Pemerintah Genjot Strategi Kuartal III Demi Jaga Target Pertumbuhan Ekonomi 2025DPR dan Pemerintah Sepakati Kenaikan Target Pajak dalam RAPBN 2026

Sementara itu, Komandan Kodim 0624/Kabupaten Bandung Letkol Inf Tinton Amin Putra menjelaskan jika kegiatan panen raya yang digelar kali ini mencakup luasan hampir 10.000 hektare lahan yang tersebar di sejumlah kecamatan.

“Kegiatan hari ini kita pusatkan di Dayeuhkolot sebagai simbol panen raya. Tapi secara total, panen dilakukan di berbagai titik yang mencakup hampir seribu hektare. Dan saat ini juga sudah masuk masa tanam baru, makanya kami laksanakan tanam serentak,” ujarnya.

Letkol Tinton menambahkan, hasil panen yang diperoleh cukup menggembirakan. Di sejumlah lokasi hasil panen telah mencapai 7 sampai 8 ton per hektare.

“Ini tentu tak lepas dari dukungan semua pihak, baik dari Pak Bupati, Dinas Pertanian, Kementerian Pertanian, dan juga dari Bapak Kasad. Sinergi ini yang harus terus dijaga,” ucapnya.

Selain padi, Kodim 0624 juga tengah mengembangkan tanaman jagung seluas 80 hektare, yang juga sudah mulai dipanen.

Salah satu terobosan penting dalam pengelolaan pertanian yang disebutkan Letkol Tinton adalah penggunaan teknologi pertanian modern, terutama alat-alat pasca-panen seperti fenster.

Mesin ini memungkinkan hasil panen langsung diproses menjadi gabah kering dan siap jual di lokasi.

Baca Juga:Dorong Perbaikan dalam Pelayanan, Bupati Bogor Ajak APDESI Bersinergi Bangun DesaNgeyel Parkir di Badan Jalan, Siap-siap Digembok Dishub KBB!

“Dulu kita masih pakai cara manual, sekarang kita percepat dengan mekanisasi. Fenster ini alat penting karena mempercepat waktu panen dan distribusi. Jadi tidak menumpuk di sawah,” jelas Tinton.

Dalam mendukung modernisasi pertanian, Kabupaten Bandung juga akan mendapatkan bantuan tambahan berupa 100 hingga 150 unit alsintan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Alsintan ini nanti akan disebar ke titik-titik strategis. Target kita bukan hanya efisiensi waktu, tapi juga menurunkan biaya produksi petani,” pungkasnya.

0 Komentar