Kendati begitu, ia menyorti masalah utama yang menjadi salah satu penghambat kemajuan pertanian di Kabupaten Siak, yaitu akses terhadap air.
Ia menyampaikan bahwa sumber air utama yang berasal dari kawasan konservasi seperti Giam Siak Kecil saat ini justru lebih banyak dimanfaatkan oleh perusahaan untuk kepentingan industri, bukan pertanian.
Sebagai solusi, Pemkab Siak mengusulkan pembangunan long storage atau waduk kecil seluas 100 hektare di atas lahan eks-HTI. Menurutnya, jika infrastruktur air diperkuat, maka Siak berpotensi meningkatkan IP hingga 3 bahkan 4 kali tanam.
Baca Juga:KAMMI Bandung Desak Pemkot Sanksi Komunitas Lari Bagi-bagi Bir di Pocari Run!Warga Rancabungur Keluhkan Buih Putih di Aliran Sungai Cisadane : Sudah Lima Tahun, Pemerintah Masih Acuh!
“Kami yakin, dengan dukungan pemerintah pusat dan kehadiran Bapak Menteri hari ini, swasembada pangan bukan sekadar mimpi. Ini bisa kita wujudkan bersama,” pungkasnya.
