Jerat Gaya Hidup Kelas Menengah, Saat Semua Terlihat Mampu Tapi Rasa Selalu Kurang

Gaya Hidup Kelas Menengah
Gaya Hidup Kelas Menengah
0 Komentar

Kamu tidak perlu menjadi ahli keuangan. Cukup luangkan satu jam, ambil buku catatan, dan tulis dari mana saja pemasukanmu dan ke mana saja pengeluaranmu. Bedakan antara kebutuhan pokok dan pengeluaran yang hanya karena FOMO.

Kami dulu sering berkata pada diri sendiri, “Ah, nongkrong minum kopi cuma Rp50 ribu, kecil.” Tapi saat Kami hitung-hitung, dalam sebulan Kami bisa menghabiskan lebih dari sejuta hanya untuk kopi. Gila, kan? Untuk apa uang sebanyak itu habis hanya demi segelas kopi setiap hari?

  1. Miliki tujuan yang membuatmu bersemangat

Salah satu alasan kelas menengah mudah terjebak adalah karena hidup mereka hanya berfokus pada bertahan hidup, tanpa arah atau tujuan yang jelas.

Baca Juga:7 Jenis Konfigurasi Mesin Sepeda Motor dan Karakteristiknya, Bukan Hanya 1 SilinderJangan Anggap Remeh! Ini Dampak Fatal Jika Telat Ganti Oli Mesin

Kamu perlu memiliki mimpi. Bukan sekadar “ingin kaya”, semua orang juga menginginkannya. Tapi tuliskan mimpi yang spesifik: apakah kamu ingin punya rumah dengan luas 100 meter persegi? Mobil buatan Jerman? Penghasilan bersih Rp X juta per bulan? Tulis dengan jelas, lalu tempel di tempat yang

  1. Hidup ini bukan lomba siapa yang paling cepat sukses

Kadang kita merasa gagal karena melihat teman-teman sudah lebih dulu membeli rumah atau mobil. Padahal setiap orang memiliki waktunya masing-masing.

Jangan biarkan sistem membuatmu berpikir bahwa hidupmu harus mengikuti garis waktu orang lain. Kami sendiri masih jauh dari bebas secara finansial. Tapi kami jauh lebih tenang karena Kami tahu Kami tidak sedang mengejar gaya hidup orang lain. Kami tahu ke mana uang Kami pergi dan Kami tahu apa yang Kami kejar.

Kami ingin kamu juga merasakan hal yang sama. Bukan berarti berhenti bekerja keras, tapi arahkan kerja kerasmu untuk dirimu sendiri, bukan untuk terus menjadi “sapi perah” sistem.

Pernahkah kamu merasa seperti hidup hanya untuk menyenangkan orang lain?

Kamu bekerja keras siang dan malam, mengumpulkan uang, lalu uang itu habis untuk membeli hal-hal yang membuat orang lain menganggap kamu sukses. Dan yang paling menyedihkan, kamu merasa semua itu wajar.

Padahal, hidupmu jauh lebih berharga dari sekadar citra. Kamu bukan sapi perah. Kamu manusia.

0 Komentar