JABAR EKSPRES – Perkembangan dunia otomotif semakin pesat, tak terkecuali pada sektor sepeda motor. Teknologi yang dihadirkan pada sepeda motor turut memunculkan beragam konfigurasi mesin. Tercatat, ada 7 jenis konfigurasi mesin sepeda motor yang umum digunakan di jalan raya.
Setiap pabrikan memiliki konfigurasi yang berbeda, yang secara tidak langsung menjadi ciri khas masing-masing merek. Perbedaan konfigurasi ini tidak hanya memengaruhi karakter mesin, tetapi juga menghasilkan suara yang khas dan berbeda satu sama lain.
7 Jenis Konfigurasi Mesin Motor
Agar lebih mengenal berbagai konfigurasi mesin dan suara yang dihasilkannya, berikut kami bahas 7 jenis konfigurasi mesin sepeda motor secara mendalam.
Baca Juga:Jangan Anggap Remeh! Ini Dampak Fatal Jika Telat Ganti Oli MesinTop 10 Aplikasi iPhone 2025 yang Bikin Hidup Lebih Praktis dan Estetik
Mesin Satu Silinder (Horizontal, Vertikal, atau Diagonal)
Jenis mesin ini sangat familiar di Indonesia karena banyak digunakan pada sepeda motor yang beredar di pasaran. Disebut mesin satu silinder karena hanya memiliki satu piston. Umumnya, kapasitas mesin satu silinder berada di bawah 250 cc.
Namun, ada juga yang memiliki kapasitas lebih besar, seperti Kawasaki KLR650 keluaran tahun 2007 yang tetap menggunakan satu silinder meskipun kapasitasnya mencapai 650 cc. Contoh lainnya adalah KTM Duke 690 yang juga menggunakan mesin satu silinder.
Mesin satu silinder diklasifikasikan lebih lanjut menjadi tiga posisi:
- Horizontal (tidur): Contohnya Honda Revo, Yamaha Jupiter, dan Suzuki Shogun.
- Vertikal (tegak): Contohnya Honda CB100, Suzuki Thunder 125, dan Yamaha Byson.
- Diagonal (miring): Contohnya Honda Sonic, Suzuki Satria, dan Yamaha Vixion.
Keunggulan mesin satu silinder adalah perawatan yang mudah serta torsi yang cukup besar, terutama pada putaran bawah. Oleh karena itu, konfigurasi ini banyak digunakan pada motor trail berkapasitas besar. Namun demikian, getaran yang dihasilkan cukup terasa, terutama pada mesin di atas 250 cc.
Sayangnya, mesin ini memiliki kelemahan pada kecepatan puncak (top speed). Selain itu, mesin dengan posisi tidur menghasilkan torsi yang lebih kecil dibandingkan mesin vertikal, meskipun kapasitasnya sama. Meskipun begitu, mesin tidur lebih mudah dikendalikan saat bermanuver.
Mesin Dua Silinder Sejajar (Inline Twin / Parallel Twin)
Jenis mesin ini banyak ditemukan pada sepeda motor berkapasitas di atas 200 cc. Beberapa model yang menggunakan mesin dua silinder sejajar antara lain Kawasaki Ninja 250, Yamaha R25, dan Suzuki Inazuma. Bahkan, pabrikan asal Jerman, BMW, juga menggunakan konfigurasi ini pada model F800GS.
