JABAR EKSPRES – Kali ini kami akan membagikan cara yang benar untuk mengecek air radiator pada mobil. Pertama, perlu diketahui bahwa pengecekan air radiator sebaiknya dilakukan setiap kali sebelum kita menyalakan mobil.
Namun, pihak bengkel umumnya menyarankan agar kita tidak perlu membuka tutup radiator secara langsung untuk pengecekan rutin. Hal ini karena membuka tutup radiator tanpa alasan tertentu justru bisa berisiko dan tidak diperlukan.
Sebagai gantinya, kita cukup mengecek melalui reservoir tank (tabung cadangan radiator). Setiap mobil pasti memiliki reservoir tank, meskipun posisi atau letaknya bisa berbeda-beda, biasanya berada di sekitar area radiator, bisa di sebelah kanan atau kiri ruang mesin.
Baca Juga:5 Mitos Keuangan yang Harus Dihindari di Tengah Krisis Ekonomi 2025Fakta Aplikasi XNII Cashback Rp40.000 Hanya Umpan, Ini Hasil Penelusurannya
Pada reservoir tank, terdapat indikator berupa dua garis penanda, MAX (maksimum) dan LOW (rendah). Kita cukup memperhatikan volume air radiator yang ada di dalam tabung tersebut. Idealnya, permukaan air berada pada batas maksimal atau sedikit di bawahnya. Tidak perlu diisi penuh melewati batas tersebut, cukup sampai garis MAX saja.
Jika air radiator selalu berada di posisi normal (maksimum atau sedikit di bawahnya) sebelum mobil digunakan, maka sistem pendingin bisa dikatakan bekerja dengan baik.
Namun, jika air di reservoir tank sering berkurang hingga berada di bawah garis maksimum bahkan mendekati LOW, dan setelah diisi kembali tetap saja berkurang saat mobil digunakan, maka kemungkinan ada masalah. Beberapa kemungkinan tersebut antara lain:
- Terjadi kebocoran pada sistem radiator
- Tutup radiator rusak
- Mesin mulai menunjukkan gejala overheat sehingga air radiator menguap
Dengan demikian, cukup periksa air radiator dari reservoir tank setiap pagi sebelum menyalakan mobil. Tidak perlu membuka tutup radiator secara langsung, kecuali dalam kondisi tertentu yang memang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.
Kesehatan sistem pendingin pada mobil, khususnya radiator, dapat dilihat hanya dengan memeriksa reservoir tank-nya saja. Jika air di dalam reservoir tank berada di bawah batas minimal (LOW), itu menandakan adanya masalah dalam sistem pendingin.
Fungsi dan Cara Kerja Reservoir Tank
Secara fungsi, reservoir tank merupakan tempat penampungan sementara cairan pendingin dari radiator. Tutup radiator biasanya terhubung dengan selang yang mengalirkan cairan ke reservoir tank. Saat suhu mesin tinggi, tekanan dalam sistem radiator juga meningkat. Tekanan ini ditahan oleh pegas pada tutup radiator, yang umumnya memiliki batas tekanan tertentu, seperti 0,9 bar atau 1,1 bar, tergantung pabrikan.
