Secara sederhana, jawabannya adalah karena motor ini kurang diminati pasar. Namun, Honda menyampaikan hal tersebut dengan lebih halus, yaitu bahwa pemberian diskon dilakukan agar calon konsumen dapat merasakan kualitas, keamanan, dan keandalan sepeda motor listrik Honda.
Bahasanya memang sangat diplomatis, tetapi sebenarnya masuk akal. Siapa yang tidak tertarik dengan motor listrik secanggih ini jika harganya sangat terjangkau?
Lalu, apakah motor ini layak dibeli dengan harga sekitar Rp19 jutaan? Jawabannya, cukup layak. Motor ini sebenarnya memiliki spesifikasi yang cukup baik. Salah satu contohnya adalah posisi motor penggeraknya. Kebanyakan motor listrik menempatkan motor penggerak di roda, sedangkan pada motor ini, motor penggeraknya berada di arm atau crankcase. Hal ini membuat motor lebih awet karena tidak langsung berputar bersama roda.
Baca Juga:6 Alasan Infinix Hot 60 Pro Layak Jadi Smartphone Rp2 Jutaan Terbaik 2025Aplikasi AMV Scam, Pengguna Malah Disuruh Bayar Pajak Setelah Ditipu
Selain itu, posisi motor penggerak tersebut juga memberikan sensasi berkendara yang mirip dengan motor konvensional, hampir tidak terasa perbedaannya. Dari sini saja, motor ini sudah cukup menarik.
Namun di balik daya tarik tersebut, ada beberapa hal yang perlu dipertimbangkan, salah satunya adalah proses pengisian daya baterai. Untuk mengisi daya, pengguna harus melepas baterai dari motor dan menempelkannya ke docking khusus. Hal ini bisa terasa merepotkan karena tidak bisa langsung diisi daya melalui motor secara langsung. Bahkan, jika digunakan setiap hari selama setahun, bisa jadi tangan Anda akan lebih berotot karena bobot baterainya cukup berat.
Selain itu, bagi pengguna yang memiliki daya listrik rendah di rumah, hal ini juga patut diperhatikan. Konsumsi listrik motor ini cukup besar. Berdasarkan informasi di internet, baterai motor ini memiliki voltase sekitar 50,26 volt. Namun, dalam praktiknya, voltase yang dibutuhkan untuk mengisi daya mencapai sekitar 58,7 volt dengan arus 6,8 ampere. Ini berarti jika rumah Anda hanya memiliki daya 450 watt, maka kemungkinan besar listrik akan turun (jeglek) saat melakukan pengisian daya.
Lalu, kembali ke pertanyaan, apakah Honda tidak merugi dengan memberikan diskon besar-besaran?
Jawabannya: tentu saja ada potensi kerugian. Jika melihat dari spesifikasinya, tampaknya tidak mungkin biaya produksi motor ini berada di bawah Rp20 juta, apalagi kapasitas baterainya cukup besar.
