“Mempermudah sekali, Kak. Sebagai pedagang, saya merasa terbantu karena kadang pembeli tidak membawa uang tunai. Kalau saya tidak menyediakan QRIS, bisa saja mereka batal membeli,” ujarnya.
Dengan QRIS, pedagang seperti Iman tidak perlu lagi repot menyediakan uang kembalian. Selain itu, penggunaan QRIS memperluas jangkauan pelanggan, karena dapat menerima pembayaran dari berbagai aplikasi dompet digital dan mobile banking.
Salah satu keunggulan QRIS adalah pencatatan transaksi yang dilakukan secara otomatis, sehingga memudahkan pelaku UMKM dalam memantau arus kas dan laporan keuangan. Proses pendaftarannya pun tergolong mudah. Iman hanya perlu mendatangi kantor bank terdekat untuk membuka rekening dan mendapatkan kode QRIS.
Baca Juga:8 Rekomendasi Mobil Bekas di Bawah 100 Juta yang Murah PerawatanFcomm Shop Janjikan Uang Harian dengan Mudah, Ternyata Begini Modus Aslinya!
“Prosesnya seperti membuka rekening bank biasa, tapi lebih praktis karena kita bisa langsung pakai QR code. Transaksi pun bisa dicek langsung lewat ponsel melalui situs resmi bank, untuk memastikan apakah pembayaran sudah masuk atau belum,” jelasnya.
QRIS Inovasi Anak Bangsa yang Mendunia
Meskipun masih memiliki beberapa celah keamanan yang perlu diwaspadai, QRIS adalah inovasi yang patut dibanggakan. Diluncurkan pada tahun 2019, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) merupakan karya asli anak bangsa, hasil kerja sama dengan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI). Tujuannya adalah untuk mengintegrasikan seluruh sistem pembayaran digital di Indonesia ke dalam satu standar nasional.
Keberhasilan QRIS di Indonesia bahkan menginspirasi negara-negara ASEAN untuk mengembangkan sistem pembayaran terintegrasi serupa. Kini, QRIS juga mulai bisa digunakan di luar negeri, sehingga masyarakat Indonesia dapat melakukan pembayaran digital saat berlibur ke berbagai negara.
Saat ini, hampir 30 juta merchant di Indonesia telah menggunakan QRIS, dan 90% di antaranya merupakan pelaku UMKM. Di tahun 2025, QRIS diproyeksikan akan mencatat hingga 6,5 miliar transaksi.
Namun, pesatnya perkembangan QRIS ini juga menimbulkan kekhawatiran di tingkat global. Amerika Serikat, misalnya, merasa terancam karena dominasi perusahaan seperti Visa dan Mastercard, yang selama ini menguasai hampir seluruh sistem pembayaran internasional, mulai tergeser oleh sistem pembayaran lokal seperti QRIS yang lebih efisien dan inklusif.
