4 Penyebab Motor Honda Cepat Panas dan Overheat, Ini Solusinya

Penyebab Motor Honda Cepat Panas
Penyebab Motor Honda Cepat Panas
0 Komentar

Jika perawatan radiator tidak dilakukan secara rutin, performanya bisa menurun dan tidak mampu menyeimbangkan panas mesin. Beberapa langkah penting yang perlu dilakukan antara lain:

  • Memeriksa level air radiator secara berkala
  • Menguras dan mengganti air radiator sesuai jadwal
  • Memeriksa kebocoran pada selang radiator
  • Memastikan tidak ada sumbatan pada sistem pendingin

Tanpa perawatan yang tepat, bukan hal mengejutkan jika motor mengalami overheat, meskipun spesifikasi radiatornya sudah sesuai standar.

Karena karakter mesin Honda yang cenderung menghasilkan suhu lebih tinggi, maka perawatan rutin harus dilakukan dengan lebih cermat. Beberapa komponen penting perlu mendapat perhatian lebih, antara lain:

Baca Juga:Link Resmi Cek Penerima BSU 2025 Pakai NIK, Jangan Tertipu Link PalsuWaspada Penipuan QRIS, Penjual dan Pembeli Bisa Rugi

  • Filter udara harus rutin diperiksa dan dibersihkan.
  • Throttle body perlu dibersihkan secara berkala untuk menjaga respons mesin.
  • Filter oli sebaiknya diganti sesuai jadwal.
  • Penggantian oli tidak boleh terlambat, karena kualitas pelumas sangat berpengaruh pada kestabilan suhu mesin.

Jika terdapat perubahan pada setelan klep akibat faktor keausan atau lainnya, harus segera disesuaikan kembali. Setelan klep yang tidak tepat akan memengaruhi performa mesin dan menyebabkan suhu meningkat.

Ketika mesin terlalu panas, sistem pendingin seperti radiator pun tidak akan bekerja secara maksimal, yang pada akhirnya bisa menyebabkan overheat.

Dari sini, dapat disimpulkan bahwa potensi overheat pada motor Honda memang lebih besar, karena pada dasarnya mesin Honda memiliki suhu kerja yang lebih tinggi dibandingkan beberapa kompetitornya.

Lalu, bagaimana dengan motor dari merek lain, misalnya Yamaha?

Motor Yamaha, khususnya yang menggunakan mesin SOHC, cenderung memiliki kenaikan suhu yang lebih lambat dan stabil. Hal ini disebabkan oleh desain mesinnya yang lebih sederhana, sehingga gesekan antar komponen lebih minim. Selain itu, mesin SOHC Yamaha memang dirancang lebih mengutamakan kenyamanan dan efisiensi, bukan semata-mata performa.

Dengan beban kerja yang lebih ringan, maka mesin Yamaha lebih jarang mengalami overheat, karena tidak dipaksa bekerja berat secara terus-menerus. Inilah sebabnya mesin Yamaha dikenal lebih “adem”, dan tidak ada istilah seperti “semakin panas semakin bertenaga” pada produk Yamaha, karena memang kasus panas berlebih jarang terjadi.

0 Komentar