Bukti Terbaru Penarikan yang Tetap Dipotong Pajak
Ada laporan dari salah satu pengguna yang menyebutkan bahwa pada 10 Juli 2025 pukul 18.10, seseorang berhasil melakukan penarikan dana sebesar Rp1.148.000, setelah sebelumnya dipotong pajak sebesar Rp1.090.000.
Artinya, sistem sudah memotong pajak secara otomatis saat penarikan dilakukan. Mengapa sekarang pengguna masih diminta membayar pajak lagi secara terpisah? Ini jelas mencurigakan.
Informasi lain menyebutkan bahwa akun sedang dalam proses “audit”. Namun, sangat besar kemungkinan bahwa penarikan tersebut tidak akan cair, dan jika pun ada yang berhasil mencairkan dana, bisa jadi itu adalah bagian dari tim di balik penipuan, yang sengaja disusun untuk membuat pengguna percaya bahwa aplikasi ini masih aktif membayar.
Baca Juga:Ketika Bansos Jadi Modal Judi Online, 10 Juta Rekening DibekukanPoliceTube dan Fenomena Aplikasi Pemerintah yang Buang-Buang Anggaran
Strategi seperti ini umum digunakan dalam skema Ponzi, di mana 1.000 orang diminta membayar, lalu hanya satu orang yang ditampilkan berhasil menarik dana, semata-mata untuk memancing kepercayaan publik.
Kecurigaan terhadap Akun Internal
Beberapa akun yang menunjukkan keberhasilan penarikan, seperti akun bernama “Santika”, dicurigai merupakan bagian dari pihak internal aplikasi. Mereka menggunakan berbagai cara untuk membentuk citra bahwa investasi ini sah dan masih beroperasi, padahal beberapa wilayah bahkan sudah menyatakan aplikasi ini scam sejak 1 Juli.
Sebelumnya, aplikasi ini juga sempat meminta pengguna untuk melakukan KYC (Know Your Customer) dengan menyerahkan foto KTP, yang dikhawatirkan akan disalahgunakan lebih lanjut.
Reaksi Pengguna: Jangan Legitimasi Penipuan
Sayangnya, masih banyak komentar dari pengguna yang menyatakan:
“Bodo amat yang penting udah balik modal.”
Padahal, perlu diingat bahwa uang yang mereka “terima kembali” berasal dari kerugian pengguna lain. Ini adalah hasil dari praktik penipuan, bukan keuntungan murni.
Update terbaru dari aplikasi OMC menyebutkan bahwa seluruh member diminta untuk membayar pajak, padahal situs webnya masih dapat diakses. Namun, hal ini diduga merupakan strategi terakhir dari pihak pengelola untuk menguras dana pengguna sebanyak mungkin. Setelah sebagian pengguna membayar pajak tersebut, sangat mungkin aplikasi akan scam total, ditandai dengan tidak dapat diaksesnya situs mereka.
Walaupun di tampilan aplikasi saldo Anda mungkin menunjukkan Rp1 juta, Rp10 juta, bahkan Rp100 juta, semua itu hanyalah angka digital semata. Uang Anda yang sebenarnya kemungkinan besar sudah dibawa kabur oleh pihak pengelola aplikasi.
