Adhitia Yudisthira: Banjir Melong Akan Lebih Mudah Diselesaikan jika Margaasih Masuk Wilayah Cimahi

Adhitia Yudisthira: Banjir Melong Akan Lebih Mudah Diselesaikan jika Margaasih Masuk Wilayah Cimahi
Wawako Cimahi, Adhitia Yudisthira Sebut Banjir Melong bisa Teratasi bila Margaasih Masuk Wilayah Cimahi. (Mong / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Persoalan banjir di kawasan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, hingga kini belum juga menemukan solusi permanen.

Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, menyebut kunci utama penanganan banjir tersebut terletak pada sinergi lintas wilayah antara Pemerintah Kota Cimahi dan Pemerintah Kabupaten Bandung.

“Penyelesaian banjir Melong itu hanya bisa dilakukan dengan cara lintas sektoral dan lintas regional. Artinya, banjir Melong itu sangat beririsan antara Kota Cimahi dengan Kabupaten Bandung,” ujar Adhitia saat ditemui di Mall Pelayanan Publik Cimahi, Rabu (8/7/2025).

Baca Juga:Pengedar Sinte dari Kalangan Geng Motor Dibekuk Polres Cimahi, Raup Rp60 Juta Lewat MedsosPemprov Ngotot Tambah Rombel Meski Ditolak Swasta, Ini Dalihnya! 

Adhitia menjelaskan, kawasan Melong memiliki enam outlet saluran air, namun hanya satu yang dibuka. Lima lainnya ditutup karena jika dibuka justru berpotensi membanjiri wilayah Kecamatan Margaasih di Kabupaten Bandung.

“Di sana ada enam outlet air, yang dibuka cuma satu. Kalau dibuka semua, Margaasih tenggelam,” ungkapnya.

Menurut Adhitia, salah satu solusi jangka panjang yang bisa dipertimbangkan adalah penyesuaian wilayah administratif. Ia menyebut, jika Kecamatan Margaasih menjadi bagian dari Kota Cimahi, penanganan banjir akan lebih mudah dilakukan karena tidak lagi terhambat oleh batas kewenangan daerah.

“Ini bisa selesai kalau kita clear and clean persoalan Margaasih bersama Kabupaten Bandung. Mau patungan, sharing, atau Margaasihnya dikasihkan ya Alhamdulillah, lebih mudah kita menyelesaikannya,” tegasnya.

Selain itu, Adhitia juga memaparkan sejumlah rencana strategis yang tengah disiapkan Pemkot Cimahi untuk mengatasi banjir Melong. Salah satunya adalah membangun embung atau kolam retensi yang akan menampung limpahan air saat musim hujan.

Namun sebelum pembangunan embung dilakukan, Pemkot Cimahi berencana melakukan relokasi warga yang tinggal di titik-titik langganan banjir. Lahan tersebut kemudian akan diubah menjadi danau buatan untuk menampung air hujan.

“Inovasi lain ada, bagaimana warga di situ yang langganan banjir coba kita relokasi, wilayahnya dijadikan danau retensi, kemudian warganya dipindahkan ke hunian vertikal,” jelasnya.

Baca Juga:Lantik 36 Pejabat Kunci, Wali Kota Banjar Tekankan Integritas dan Pelayanan PublikCek Kandungan Merkuri, KKP Ambil Sampel dari Waduk Cirata dan Saguling

Adhitia mengatakan, seluruh skenario tersebut telah dirumuskan dalam dokumen perencanaan jangka menengah dan panjang Kota Cimahi. Ia memastikan isu banjir Melong menjadi salah satu prioritas pembangunan daerah.

0 Komentar