Indonesia-Prancis Jajaki Co-Production Film, Dorong Industri Kreatif Tembus Pasar Global

Ilustrasi industri film/Istimewa/
Ilustrasi industri film/Istimewa/
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) membuka peluang kolaborasi strategis dengan Prancis untuk memperkuat industri film nasional.

Bentuk kerja sama ini mencakup pendanaan bersama (co-production), pertukaran talenta, hingga pelatihan kreatif.

“Sebagai bagian dari upaya strategis kami dalam mendorong kemitraan lintas negara dan investasi di sektor ekonomi kreatif, kami menyambut baik peluang untuk menjajaki kolaborasi ini,” ujar Menteri Ekraf Teuku Riefky, dalam keterangan pers dikutip Senin.

Baca Juga:BSU Jadi Sorotan, Ada yang Dapat Bantuan Padahal Tak Terdaftar BPJSRumah Subsidi ‘Mini’ Bakal Dihapus?

Langkah ini ditandai dengan pertemuan antara Menteri Riefky dan Duta Besar Prancis untuk Indonesia, Fabien Penone, bersama delegasi Centre National du Cinéma et de l’image animée (CNC) di Jakarta pada Rabu (3/7).

CNC sendiri merupakan lembaga publik di bawah Kementerian Kebudayaan Prancis yang bertanggung jawab atas pengembangan industri sinema dan audiovisual di negaranya.

Kolaborasi ini menjadi tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (MoU) yang sebelumnya telah ditandatangani antara Kemenparekraf RI dan Kementerian Kebudayaan Prancis. Pada akhir Mei 2025, kedua negara telah membahas langkah konkret implementasi kerja sama tersebut.

Menurut Riefky, kemitraan internasional seperti ini krusial untuk mendorong pertumbuhan industri film tanah air agar mampu bersaing dan menembus pasar global.

Ia berharap, kerja sama ini dapat membuka ruang baru bagi sineas Indonesia untuk berkarya secara lebih luas dan profesional.

Pertemuan dengan delegasi Prancis ini juga menjadi bagian dari persiapan kunjungan resmi Indonesia ke Paris pada Juli 2025.

Rangkaian agenda tersebut meliputi keikutsertaan dalam perayaan Hari Bastille, pertemuan bilateral dengan Menteri Kebudayaan Prancis, serta kunjungan ke sekolah film terkemuka di Eropa.

Baca Juga:Viktor Gyokeres Ngotot Gabung Arsenal, Siap Mogok Latihan Demi Angkat Kaki dari Sporting!Laga Persib vs Port FC Tercoreng, Tarif Parkir Liar Lebih Sadis dari Tiket Pertandingan!

Kemenparekraf meyakini, sinergi yang terjalin dapat menjadi wujud nyata dari pendekatan hexahelix, yakni kolaborasi antara pemerintah, akademisi, pelaku usaha, komunitas, media, dan sektor keuangan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif Indonesia.

Sementara itu, Duta Besar Fabien Penone menegaskan komitmen Prancis dalam membangun kemitraan jangka panjang yang berbasis kepercayaan, pendanaan bersama, serta fokus pada proyek nyata yang membawa dampak langsung bagi pelaku industri kreatif di kedua negara.

0 Komentar