Situasinya berbeda jika Anda membeli mobil baru. Semuanya terasa lebih sederhana, minim risiko, dan bisa langsung digunakan ke mana pun tanpa kekhawatiran.
Dengan kondisi ini, dapat disimpulkan bahwa mobil LCGC baru memiliki keunggulan dalam hal rasa aman dan kepastian. Sementara itu, mobil bekas tidak memberikan jaminan yang sama, baik dari segi kondisi maupun keandalan.
Kualitas Suku Cadang
Suku cadang (sparepart) mobil LCGC relatif murah dan terjangkau, karena sejak awal dirancang sebagai kendaraan hemat biaya. Sebaliknya, mobil non-LCGC umumnya memiliki harga suku cadang yang lebih mahal.
Baca Juga:7 Jenis Batu Akik yang Dipakai Ulama: Makna Spiritual dan Asal-Usulnya10 Batu Safir Termahal di Dunia yang Pernah Dilelang
Sebagai contoh, bandingkan antara Honda Brio (LCGC) dan Honda Jazz GK5 (non-LCGC). Harga komponen Jazz GK5 tentu lebih tinggi dibandingkan Brio. Atau perbandingan antara Toyota Calya dan Mitsubishi Xpander, jaraknya jauh sekali. Maka dari itu, perawatan mobil non-LCGC jelas lebih mahal dibandingkan mobil LCGC.
Bahkan, selisih biaya perawatan antara LCGC dan non-LCGC bisa mencapai 30% lebih mahal. Dari sini, kita bisa menyimpulkan bahwa dalam hal perawatan dan biaya operasional, LCGC masih unggul.
Komsumsi bahan bakar (BBM).
Secara umum, mobil LCGC memang lebih hemat BBM dibandingkan mobil non-LCGC. Hal ini karena mesin LCGC cenderung berkapasitas kecil, sesuai regulasi pemerintah yang mewajibkan efisiensi sebagai syarat program LCGC.
Namun, jika dilihat lebih luas, perbedaannya tidak terlalu signifikan.
Sebagai contoh:
- Honda Brio (LCGC) memiliki konsumsi BBM rata-rata 1:10 hingga 1:15 km/liter
- Honda Jazz GK5 (non-LCGC) memiliki konsumsi BBM sekitar 1:10 hingga 1:13 km/liter
Dengan selisih hanya 1–2 km/liter, perbedaan ini sebenarnya tidak terlalu terasa dalam penggunaan harian. Walaupun begitu, dalam hal efisiensi bahan bakar, LCGC tetap unggul tipis.
Selain biaya perawatan dan konsumsi BBM, hal lain yang perlu dipertimbangkan adalah resale value atau harga jual kembali, aspek yang sering diperhatikan oleh konsumen yang rasional atau “kaum mending”.
Jika bicara soal nilai jual kembali, mobil non-LCGC memiliki harga yang lebih stabil dibandingkan LCGC.
Sebagai contoh:
- Toyota Calya bekas tahun 2022 saat ini dijual mulai dari Rp120 jutaan (belum nego). Dengan kemampuan negosiasi yang baik, Anda mungkin bisa mendapatkannya di harga Rp110 jutaan.
- Sebaliknya, Mitsubishi Xpander tahun 2018 masih memiliki harga yang sangat stabil di kisaran Rp150–Rp160 jutaan. Bahkan, harga tersebut nyaris tidak turun signifikan dalam dua tahun terakhir.
