7 Jenis Batu Akik yang Dipakai Ulama: Makna Spiritual dan Asal-Usulnya

Batu Akik yang Dipakai Ulama
Batu Akik yang Dipakai Ulama
0 Komentar

Ia dipandang sebagai simbol tawadhu (rendah hati), zuhud (menjauh dari dunia), dan kesederhanaan. Namun, kebenaran informasi bahwa Nabi Muhammad SAW pernah memakai cincin batu ini masih diragukan.

  1. Batu Zamrud

Batu zamrud berasal dari berbagai wilayah, antara lain Kolombia, Zambia, dan Afghanistan. Warnanya hijau tua atau kehijauan dengan tingkat kejernihan yang bervariasi. Teksturnya lebih lembut dibandingkan batu permata keras lainnya.

Zamrud dikenal melambangkan kesejukan hati, kejernihan pikiran, dan keteguhan niat. Di kalangan sufi, batu ini sering digunakan dalam praktik tafakur dan khalwat (menyepi untuk mendekat kepada Allah). Sebagian ulama tarekat menggunakan batu zamrud sebagai sarana untuk memperdalam cinta kepada Allah dan menenangkan batin.

Baca Juga:10 Batu Safir Termahal di Dunia yang Pernah DilelangFakta Mengejutkan di Balik Janji 19 Juta Lapangan Kerja

Zamrud sering dikaitkan dengan keseimbangan antara aspek duniawi dan ukhrawi. Ia menjadi pengingat agar manusia senantiasa berjalan di jalan tengah dengan hati yang lapang dan pikiran yang jernih.

  1. Batu Kecubung (Amethyst)

Batu kecubung berasal dari berbagai wilayah, termasuk Indonesia (terutama Kalimantan dan Sulawesi), Brasil, serta Afrika. Warnanya berkisar dari ungu muda hingga ungu tua, bening, dan memancarkan kilau lembut yang khas.

Di kalangan ulama, batu kecubung dipercaya mampu membawa ketenangan, meredam amarah, menenangkan batin, serta dipercaya dapat menangkal racun. Batu ini, khususnya yang berwarna ungu tua, diyakini disukai oleh para alim ulama dan ahli ibadah.

Para ulama yang sering melakukan tirakat, qiyamul lail (salat malam), dan ibadah malam lainnya, kerap menggunakan batu ini untuk membantu meningkatkan konsentrasi dan kekhusyukan dalam zikir.

Di beberapa pesantren tua, batu kecubung diyakini dapat memperkuat daya ingat, terutama bagi santri penghafal Al-Qur’an. Di wilayah Jawa Barat dan Banten, batu ini dikenal sebagai simbol keteduhan batin para guru ngaji sepuh.

  1. Batu Pirus (Turquoise)

Batu pirus berasal dari Iran dan Tibet. Warnanya umumnya biru cerah atau biru kehijauan, sering kali disertai urat-urat berwarna hitam atau cokelat.

Bagi kalangan ulama, batu pirus bukan sekadar perhiasan, tetapi memiliki nilai simbolis dan spiritual. Batu ini melambangkan kesederhanaan, kesabaran, serta kedekatan dengan Allah.

0 Komentar