JABAR EKSPRES – Daftar perusahaan bangkrut Indonesia menunjukkan bahwa tidak ada bisnis yang benar-benar kebal terhadap perubahan zaman.
Beberapa nama besar yang pernah merajai industrinya kini hanya tinggal sejarah. Dari perusahaan tradisional hingga startup teknologi, semua bisa jatuh jika tidak mampu beradaptasi dan mengelola tantangan.
Di bawah ini adalah beberapa contoh perusahaan yang dulunya sangat berjaya, namun kini masuk dalam daftar kelam dunia usaha Indonesia.
Baca Juga:5 Rekomendasi Sepatu Gunung Kuat dan Tahan Lama untuk Pendakian 20257 Cara Sehat Rilis Emosi agar Hati Lebih Lega dan Pikiran Tenang
Daftar Perusahaan Bangkrut Indonesia yang Menggemparkan
1. PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA): Teh Legendaris yang Terseduh Pahit
Sariwangi, merek teh celup pertama di Indonesia, begitu lekat dengan masyarakat. Namun, siapa sangka, perusahaan induknya yakni PT Sariwangi Agricultural Estate Agency (SAEA) dinyatakan pailit pada 2018 karena utang sebesar Rp 317 miliar.
Meski merek Sariwangi masih bertahan di bawah Unilever, induk usahanya resmi masuk dalam daftar perusahaan bangkrut Indonesia karena kegagalan dalam mengelola keuangan.
2. Nyonya Meneer: Jamu Tradisional yang Tak Kuat Bertahan
Sebagai salah satu produsen jamu tertua di tanah air, Nyonya Meneer berdiri sejak 1919. Namun, konflik internal keluarga, utang yang membengkak, dan minimnya inovasi membuat perusahaan ini bangkrut pada 2017.
Dengan total utang Rp 7,04 miliar, nama besar ini menjadi tambahan penting dalam daftar perusahaan bangkrut Indonesia, terutama dari sektor usaha tradisional.
3. 7-Eleven: Gaya Hidup Modern yang Tak Lagi Laku
Gerai 7-Eleven sempat menjadi tempat tongkrongan favorit anak muda di kota-kota besar. Namun, biaya operasional yang tinggi dan pembatasan penjualan produk tertentu membuat bisnis ini tidak berumur panjang. Pada 2017, seluruh gerai tutup dan perusahaan dinyatakan bangkrut.
Nama 7-Eleven pun kini hanya menjadi kenangan dalam daftar perusahaan bangkrut Indonesia, khususnya dari sektor ritel makanan dan minuman.
4. Kodak: Raksasa Fotografi yang Gagal Berinovasi
Kodak pernah menjadi raja di industri fotografi global dan sangat populer juga di Indonesia. Namun karena terlambat mengadopsi teknologi digital, perusahaan ini bangkrut pada 2012.
Baca Juga:4 Motor Listrik Populer di Pasar Indonesia: Desain, Teknologi, dan Masa Depan Mobilitas Ramah Lingkungan8 Rekomendasi Smartwatch untuk Olahraga Terbaik di 2025
Kodak menjadi pelajaran pahit dalam daftar perusahaan bangkrut Indonesia dan dunia, bahwa inovasi bukan lagi pilihan, tapi kebutuhan mutlak untuk bertahan hidup.
