Dinilai Penting untuk Menuju Indonesia Maju 2045, Menko PMK Ajak Kepala Daerah Kembangkan SDM

Dinilai Penting untuk Menuju Indonesia Maju 2045, Menko PMK Ajak Kepala Daerah Kembangkan SDM
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno (kemeja putih) di Gedung Balairung Rudini, IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Mengembangkan potensi sumber daya manusia (SDM) dinilai dapat mendorong realisasi target Indonesia Maju 2045 mendatang. Hal itu dikatakan oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno.

Dia mengajak kepala daerah untuk mengembangkan SDM yang kuat demi mewujudkan Indonesia maju, sebab saat ini masih banyak penduduk usia produktif.

Menurut Pratikno, saat ini banyak negara yang mengalami penuaan warga negaranya. Usia produktifnya lebih sedikit daripada usia tidak produktifnya.

Baca Juga:7,39 Juta Peserta JKN Dinonaktifkan, Efek Efisiensi Anggaran?Penipuan Berkedok Properti, Ratusan Konsumen Pramestha Mountain City Merugi Rp304 Miliar

“Kita sebaliknya, usia kita yang produktif jauh lebih banyak,” ungkapnya di Gedung Balairung Rudini, IPDN Kampus Jatinangor, Kabupaten Sumedang pada Rabu (25/6).

Disampaikan Pratikno, potensi SDM bertalenta yang dimiliki Indonesia perlu terus dikembangkan. Pasalnya, di berbagai negara lain, talenta andal menjadi tumpuan dalam memaksimalkan teknologi, khususnya di bidang artificial intelligence.

Dalam konteks ini, Menko PMK menyebut SDM unggul juga telah termuat dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029.

“Indikator SDM unggul dapat dikerucutkan menjadi tiga aspek. Yakni sehat, berkualitas, serta relevan dan kontributif,” ujar Pratikno.

Untuk itu, dia melanjutkan, pemerintah telah menyusun kebijakan yang mendukung pengembangan pada aspek-aspek tersebut.

“Mengapa ini (pengembangan SDM) penting? Karena dunia terus berubah, struktur ekonomi berubah, kebutuhan keterampilan berubah dan kebutuhan pengetahuan juga berubah,” pungkas Pratikno. (Bas)

0 Komentar