Fakta Aplikasi ProBintang Skema Ponzi yang Menunggu Waktu Scam

Fakta Aplikasi ProBintang Skema Ponzi
Fakta Aplikasi ProBintang Skema Ponzi
0 Komentar

Kita juga bisa melihat berbagai bukti penarikan dana yang tersebar, yang seolah-olah menunjukkan bahwa aplikasi ini benar-benar membayar. Namun, sekali lagi, sistem pembayarannya berasal dari dana deposit para anggota, dengan kata lain, uang yang dibayarkan kepada pengguna lama sebenarnya berasal dari uang anggota baru. Jadi, pada dasarnya, sistem ini seperti patungan untuk membayar leader atau anggota yang lebih dulu bergabung.

Banyak orang yang sudah tertipu oleh aplikasi ini, namun aplikasinya masih tetap berjalan. Hal ini kemungkinan besar karena masih ada anggota baru yang terus mendaftar dan melakukan deposit.

Lalu, kapan aplikasi ini akan scam? Hanya Tuhan dan developer aplikasi inilah yang tahu. Biasanya, mereka memiliki target tertentu. Ketika target tersebut telah tercapai, maka saat itulah mereka akan kabur dan kemungkinan besar membuat aplikasi baru dengan nama yang berbeda namun pola yang sama.

Baca Juga:Bongkar Dalang Penipuan Next 15 Catat Nama Orang-Orang Ini10 Rekomendasi Biji Kopi dan Kopi Bubuk Terbaik di Indonesia Plus Tips Memilihnya

Kesimpulannya, tidak ada aplikasi yang mampu menghasilkan uang secara instan dan mudah, kecuali itu adalah penipuan berkedok investasi bodong.

Ciri-Ciri Aplikasi Ponzi

Tanda-tanda aplikasi yang menggunakan skema ponzi, sering kali terselubung dalam kedok “investasi”.

  1. Menawarkan Keuntungan Besar dalam Waktu Singkat

Skema ini biasanya menjanjikan pengembalian dana yang sangat tinggi dalam hitungan hari, minggu, atau bulan, tanpa risiko apa pun, sebuah janji yang tidak realistis.

  1. Tidak Menjual Produk atau Layanan yang Nyata

Aplikasi semacam ini umumnya tidak memiliki aktivitas bisnis yang jelas. Keuntungan hanya berasal dari uang yang disetorkan oleh anggota baru, bukan dari penjualan barang atau jasa.

  1. Mengandalkan Skema Referral Bertingkat

Pengguna didorong untuk merekrut anggota lain dengan janji bonus dari tingkatan yang berada di bawah mereka. Semakin banyak orang yang berhasil diajak, semakin besar komisi yang dijanjikan.

  1. Minim Informasi tentang Pengelola dan Bisnis

Tidak tersedia keterangan yang transparan mengenai siapa pemilik aplikasi, lokasi operasional, maupun bagaimana dana peserta dikelola.

  1. Menampilkan Bukti Pembayaran yang Tidak Valid

Bukti pembayaran sering digunakan sebagai alat promosi untuk meyakinkan calon korban. Namun pada kenyataannya, dana tersebut biasanya berasal dari anggota lain, bukan hasil usaha riil.

0 Komentar