“Penyebab utama banjir di RW 01 adalah air dari sungai yang masuk melalui saluran pembuangan warga. Saat ini, saluran-saluran tersebut belum dilengkapi dengan pintu air,” ujarnya.
Untuk itu, pihak kecamatan telah mengusulkan pemasangan tujuh titik pintu air di saluran tersebut sebagai bagian dari penanganan tahun ini.
Namun demikian, sebagai langkah strategis yang lebih komprehensif, pembangunan rumah pompa dinilai penting untuk membantu mempercepat aliran air keluar dari kawasan permukiman.
Baca Juga:HET LPG 3 Kg Naik, Distribusi Masih Sering Terkendala hingga Masyarakat Kecil Kian TertekanLegislator Jabar Minta Kementerian LH Ikut Andil Tuntaskan TPA Open Dumping, Bukan Sekedar Beri Peringatan!
“Pompa di RW 01 ini akan sangat efektif untuk mengurangi genangan air yang datang dari dua arah sekaligus, yakni dari Sungai Cinambo maupun dari sawah di belakang rumah warga. Ini menjadi solusi teknis yang kami harapkan dapat direalisasikan dalam waktu dekat,” tambahnya.
Upaya pembangunan rumah pompa ini merupakan bagian dari pendekatan terpadu Pemerintah Kecamatan Gedebage dalam merespons persoalan banjir yang telah berlangsung menahun.
Selain itu, program ini juga menjadi bagian dari sinergi antara Pemerintah Kota Bandung, dinas teknis terkait, dan masyarakat setempat dalam membangun sistem drainase yang lebih tangguh terhadap perubahan iklim dan peningkatan intensitas hujan.
Kecamatan Gedebage berharap dengan realisasi pembangunan dua rumah pompa ini, maka tingkat kerentanan banjir di kawasan-kawasan rawan dapat berkurang signifikan, dan aktivitas sosial serta ekonomi warga tidak lagi terganggu oleh banjir berulang. (Dam)
