JABAR EKSPRES – Punya koin kuno Rp1000 bergambar kelapa sawit? Jangan buru-buru disimpan di laci! Bisa jadi itu adalah versi pattern langka yang jadi incaran para kolektor dan bisa dihargai hingga puluhan juta rupiah. Yuk, kenali ciri-cirinya dan cari tahu kenapa koin ini bisa jadi aset bernilai tinggi!
Kamu pernah nemu koin kuno Rp1000 bergambar kelapa sawit dan langsung mikir, “Ah, ini koin biasa, pasti cuma seribuan doang”? Eits, jangan salah!
Kalau yang kamu pegang itu versi pattern alias prototipe-nya, kamu bisa jadi pemilik harta karun tanpa sadar. Yes, koin kuno ini bukan cuma sekadar uang logam jadul, tapi bisa dihargai sampai Rp25 juta oleh kolektor!
Baca Juga:DANA Kaget Hari Ini! Klik Sekali, Dapat Saldo Gratis hingga Rp450.000Jadwal Terbaru Pencairan Bansos PKH Tahap 2 Juni 2025, Cek Apakah Kamu Termasuk Penerima Rp600.000!
Apa Sih koin kuno Rp1000 Kelapa Sawit Pattern Itu?
Koin ini bukan yang dulu kita pakai buat beli jajanan atau naik angkot, ya. Versi pattern adalah koin uji coba yang dibuat Bank Indonesia sekitar tahun 1993. Jadi, ini bukan koin yang beredar luas di masyarakat.
Desainnya sih familiar: gambar pohon kelapa sawit di bagian depan. Tapi yang bikin beda adalah jumlah produksinya yang super terbatas. Karena cuma dicetak untuk uji coba, koin ini nggak pernah diproduksi massal. Makanya, wajar aja kalau sekarang jadi barang langka yang bikin kolektor numismatik berebut.
Ciri-Ciri koin kuno Rp1000 Kelapa Sawit Pattern
Supaya kamu nggak tertukar sama koin Rp1000 biasa, catat baik-baik ciri khasnya ini:
- Bahan logam lebih berat dan terasa solid
- Gambar kelapa sawit lebih besar dan mencolok
- Ada tulisan “BANK INDONESIA”, tapi nggak ada tahun edar
- Koin ini nggak pernah digunakan untuk transaksi resmi
Nah, coba cek kotak koin lama kamu atau laci antik peninggalan keluarga. Siapa tahu ada satu koin pattern nangkring manis di sana. Kalau iya, selamat! Kamu lagi megang aset yang nilainya bisa jauh lebih tinggi dari harga emas.
Kenapa koin kuno Ini Jadi Incaran Kolektor?
Alasannya jelas dan masuk akal:
- Langka Banget
Jumlahnya sangat terbatas. Bahkan sebagian besar orang Indonesia belum tentu pernah lihat aslinya.
