5 Uang Kertas Kuno yang Memiliki Harga Tinggi di Tahun 2025

5 Uang Kertas Kuno yang Memiliki Harga Tinggi di Tahun 2025
5 Uang Kertas Kuno yang Memiliki Harga Tinggi di Tahun 2025 - Tokopedia
0 Komentar

Uang ini memiliki beberapa versi, namun yang paling diburu adalah yang dicetak oleh Percetakan Thomas De La Rue di Inggris dengan tanda tangan Gubernur Bank Indonesia pertama.

  • Harga Pasaran 2025: Rp20 juta – Rp75 juta
  • Keistimewaan: Citra Soekarno muda, nilai sejarah tinggi, serta permintaan kuat di pasar internasional karena presiden ini dikenal secara global.

4. Uang Kertas 10 Rupiah Wayang (Tahun 1957)

Seri wayang dari tahun 1957, khususnya pecahan Rp10, termasuk uang kertas Indonesia yang paling artistik. Desainnya menampilkan tokoh wayang kulit seperti Gatotkaca, mencerminkan kekayaan budaya Indonesia. Uang ini dicetak dengan kualitas tinggi oleh Thomas De La Rue dan kini sangat langka, terutama dalam kondisi prima.

  • Harga Pasaran 2025: Rp30 juta – Rp100 juta
  • Keistimewaan: Nilai seni tinggi, menggambarkan budaya lokal, serta desain dan pencetakan kelas dunia.

5. Uang Kertas Jepang (Masa Pendudukan 1942–1945)

Selama masa pendudukan Jepang di Indonesia, uang kertas baru dikeluarkan untuk menggantikan mata uang Belanda.

Baca Juga:5 Benda Pembawa Keberuntungan untuk Disimpan di Rumah Menurut Feng Shui6 Merek Kopi Sachet yang Aman untuk Lambung, Apa Saja Ya?

Salah satu yang paling langka dan kini bernilai tinggi adalah uang kertas pecahan 10 Gulden bertuliskan “Japanese Government”. Meskipun awalnya dianggap tidak berharga, kini uang ini menjadi saksi sejarah penting.

  • Harga Pasaran 2025: Rp10 juta – Rp45 juta
  • Keistimewaan: Berkaitan dengan sejarah Perang Dunia II, langka, dan menarik bagi kolektor internasional serta peneliti sejarah.

Faktor yang Mempengaruhi Nilai Uang Kertas Kuno

Beberapa faktor utama yang mempengaruhi harga uang kertas kuno adalah:

  1. Kelangkaan: Semakin sedikit uang tersebut beredar atau bertahan hingga sekarang, maka semakin tinggi nilainya.
  2. Kondisi Fisik: Uang dalam kondisi uncirculated atau mint condition akan jauh lebih mahal daripada yang lusuh atau sobek.
  3. Sejarah: Uang yang terbit pada masa penting dalam sejarah memiliki nilai koleksi lebih tinggi.
  4. Desain dan Cetakan: Kualitas artistik dan teknologi percetakan yang digunakan juga berpengaruh.
  5. Permintaan Pasar: Uang yang menjadi tren koleksi atau memiliki nilai emosional tertentu akan lebih cepat naik harganya.

Dunia numismatik di tahun 2025 menunjukkan geliat yang semakin menarik, terutama di Indonesia. Uang kertas kuno kini tidak hanya dilihat sebagai benda sejarah, tetapi juga sebagai bentuk investasi alternatif yang potensial.

0 Komentar