Sebagai contoh, pada produk reguler terdapat penawaran investasi dengan modal Rp10 juta yang diklaim akan menjadi Rp90 juta dalam waktu satu bulan. Ada juga pilihan Rp5 juta yang dijanjikan akan berubah menjadi Rp45 juta, artinya keuntungan sebesar Rp40 juta. Ini jelas sangat tidak masuk akal. Hanya orang yang tidak berpikir logis yang akan percaya dan bersedia menaruh uangnya dalam aplikasi semacam ini.
Namun sayangnya, tidak sedikit pula orang yang tampak “pintar” ikut terlibat. Mereka mungkin bukan korban, tetapi justru memanfaatkan situasi dengan menipu orang lain. Hal ini karena aplikasi seperti ini biasanya menerapkan sistem referal. Ketika seseorang berhasil mengundang orang lain untuk bergabung, maka ia akan mendapatkan komisi hingga tiga level, yaitu: 30% dari level pertama, 2% dari level kedua, dan 1% dari level ketiga.
Jadi, jangan heran jika banyak orang yang mengajak Anda untuk bergabung ke dalam aplikasi ini. Tujuan mereka bukan untuk membantu Anda, melainkan karena mereka mendapatkan keuntungan dari setiap orang yang mereka undang.
Baca Juga:7 Langkah Mudah Agar Fitur Dana Cicil Muncul di Aplikasi DanaTop 5 Robot Vacuum Cleaner 2025: Canggih, Hemat Energi, dan Efisien
Selain itu, aplikasi Droplix juga menyediakan tugas yang bisa diselesaikan pengguna. Misalnya, dengan mengajak teman untuk berinvestasi sebesar Rp1 juta, pengguna bisa mendapatkan bonus sebesar Rp50.000. Bonus ini pun berasal dari uang deposit teman yang diajak. Bahkan jika teman Anda menyetor hingga Rp100 juta, maka Anda bisa mendapatkan komisi sebesar Rp5 juta.
Belum lagi jika dilihat dari sistem referalnya. Jika seseorang berhasil mengajak teman untuk menyetor Rp100 juta, maka ia bisa memperoleh komisi sebesar Rp30 juta. Jumlah yang sangat besar hanya dari mengajak orang lain.
Selain itu, jangan mudah percaya dengan bukti-bukti penarikan dana yang tersebar. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, aplikasi penipuan seperti ini memang terkadang membayar, tetapi sumber dananya berasal dari deposit para anggota itu sendiri. Artinya, proses pembayarannya hanya terjadi antar anggota (member to member).
Coba bayangkan, apa sebenarnya model bisnis dari aplikasi ini sehingga bisa membayar penggunanya? Faktanya, tidak ada kegiatan bisnis nyata di balik aplikasi ini. Ini murni bisnis penipuan. Uang yang Anda setorkan tidak digunakan untuk kegiatan usaha produktif apa pun. Sebaliknya, uang tersebut diputar dan digunakan untuk membayar anggota lainnya, termasuk Anda sendiri.
