JABAR EKSPRES – Peristiwa longsor kembali menerjang area pertambangan batu kapur Gunung Kuda, di Desa Cipanas, Kecamatan Dukupuntang, Kabupaten Cirebon, Jumat (30/5) sekitar pukurl 10.20 WIB.
Berdasarkan informasi yang dikutip dari Radar Cirebon Grup Jabar Ekspres, hingga pukul 14.30 WIB, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cirebon, berhasil menemukan 5 korban selamat dengan luka-luka. Sementara 4 lainnya meninggal dunia.
Hal ini disampaikan Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Cirebon, Faozan, di lokasi kejadian,
Baca Juga:Gunung Kuda Cirebon Longsor Lagi, Dedi Mulyadi Murka: Perusahaan Tutup Selamanya!Gedung Baru Mulai Difungsikan, Ketua DPRD KBB Pastikan Tak Ada Lagi Rapat di Hotel
“Data sementara, 5 selamat luka-luka, 4 meninggal dunia. Untuk jumlah korban yang katanya tertimbun masih simpang siur,” ungkapnya.
Menurut Faozan, pihaknya saat ini masih mencari korban lain. Dia juga menduga ada korban yang masih tertimbun.
Sebab di lokasi ada backhoe hingga truk. Tetapi sopir kendaraan belum ditemukan.
“Kita menduga masih ada yang tertimbun. Di samping saya ada mobil, sopirnya gak ada. Sopir backhoe juga nggak ada.”
Meski demikian, Faozan, belum berani memastikan terkait jumlah korban yang tertimbun.
“Untuk jumlah yang tertimbun, masih simpang siur, karena kami belum dapat laporan orang hilang dan saksi mata juga belum ketemu,” kata dia.
Sementara itu, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menanggapi peristiwa longsor yang terjadi di area tambang Gunung Kuda, Cirebon.
Baca Juga:BREAKING NEWS: Longsor di Gunung Kuda Cirebon Telan 4 Korban JiwaPenanganan Sampah Kota Bandung Disorot DPRD, Pemkot Diminta Evaluasi
Pria yang akrab disapa KDM itu mengatakan, dirinya sudah mengetahui soal musibah longsor tersebut.
Bahkan menurut dirinya, area pertambangan tersebut sangat berbahaya. Hal itu diketahui karena ia pernah datang ke lokasi beberapa waktu lalu.
“Saya pernah ke penambangan galian c Gunungkuda. Saya melihat sangat berbahaya. Tidak memenuhi unsur keamanan pegawainya,” kata KDM, dikutip JABAR EKSPRES, Jumat (30/5).
Namun KDM tidak bisa berbuat banyak. Sebab saat itu ia tidak memiliki kewenangan apapun.
“Waktu itu saya tidak punya kapasitas apapun untuk menghentikan. Saat ini, saya mendapatkan kabar duka, lebih dari 10 orang tertimbun longsor di tambang tersebut,” bebernya.
Untuk itu, KDM mengaku menyampaikan belasungkawa sedalam-dalamnya. Warga yang menjadi korban, sedang bekerja memenuhi kebutuhan keluarganya, meskipun berbahaya.
“Selanjutnya dari aspek kebijakan, saya sudah memerintahkan Kepala ESDM untuk mengambil tindakan tegas. Perusahaan ditutup selamanya,” tegasnya.
