Sabtu-Minggu Angkot Jalur Puncak Tak Beroperasi, Segini Uang Kompensasi Para Sopir

Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih menyampaikan para sopir angkot itu akan menerima uang kompensasi sebesar Rp 200 ribu per hari. Foto Sandika
Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih menyampaikan para sopir angkot itu akan menerima uang kompensasi sebesar Rp 200 ribu per hari. Foto Sandika
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bogor menyatakan akan menindaklanjuti rencana Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, yang menginstruksikan sopir angkutan kota (angkot) di Jalur Puncak untuk libur sementara dalam rangka mengurai kemacetan.

Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor, Dadang Kosasih, menjelaskan bahwa para sopir angkot akan menerima kompensasi sebesar Rp200 ribu per hari selama masa libur operasional tersebut.

“Rencananya, Pak Gubernur akan bertemu langsung dengan para sopir angkot sekitar pukul 13.00 untuk mendistribusikan uang kompensasi,” ujarnya pada Jumat (30/5).

Baca Juga:Gudang Majun di Cihampelas Terbakar, Kerugian Capai Rp350 JutaDinilai Hamburkan APBD, Langkah Diskoperindag Sumedang Seakan Lawan Arus Visi Misi Bupati dan Wakil Bupati

Kompensasi diberikan kepada sopir angkot dari tiga trayek, yaitu Bogor–Cisarua, Bogor–Cibudeg, dan Ciawi–Pasir Muncang. Penerima manfaat mencakup pemilik angkot, sopir utama, dan sopir cadangan.

“Semua pihak yang terlibat, baik sopir utama maupun cadangan, serta pemilik angkot, akan mendapatkan kompensasi. Masing-masing orang menerima Rp200 ribu per hari selama dua hari, jadi total Rp400 ribu,” jelas Dadang.

Sebelumnya, Gubernur Dedi Mulyadi menyampaikan bahwa kemacetan di Jalur Puncak kerap terjadi saat libur panjang atau akhir pekan. Melalui akun Instagram pribadinya, Dedi mengatakan telah menghubungi Kabid Lalu Lintas Dishub Kabupaten Bogor pada Jumat subuh untuk meminta kerja sama.

“Tadi subuh saya sudah telepon Kang Dadang. Parkir sudah tertata, tapi kemacetan tetap terjadi karena jumlah kendaraan terlalu banyak,” ujarnya.

Sebagai solusi jangka pendek, Dedi menghimbau agar sopir angkot tidak beroperasi pada hari Sabtu dan Minggu di kawasan Puncak.(SFR)

0 Komentar