Hingga Akhir Juni, Warga Jawa Barat Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

Ilustrasi: Cuaca dengan intensitas hujan tinggi. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
Ilustrasi: Cuaca dengan intensitas hujan tinggi. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat Jawa Barat untuk terus mewaspadai potensi cuaca ekstrem yang masih akan terjadi selama masa peralihan musim atau pancaroba hingga akhir Juni 2025.

Kepala BMKG Bandung, Teguh Rahayu, mengungkapkan bahwa saat ini seluruh wilayah Jawa Barat masih berada dalam periode musim hujan dengan intensitas curah hujan yang tinggi.

“Pertumbuhan awan-awan di wilayah Jawa Barat ini masih cukup tinggi, sehingga cuaca ekstrem masih bisa terus terjadi setidaknya sampai akhir Juni nanti,” ujar Teguh saat di konfirmasi, Senin (26/5/2025).

Baca Juga:Jadi Pembimbing Haji, Legislator Umi Siti Oded Ingatkan Persiapan Panas Ekstrem dan Barang BawaanKolaborasi KIN Dairy dengan RANS Simba Basketball: Ajak Generasi Muda Hidup Lebih Sehat dan Aktif Dengan Susu A2

Teguh menekankan, potensi bencana akibat cuaca ekstrem seperti tanah longsor, puting beliung, dan banjir harus menjadi perhatian serius masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan bencana.

“Dampak cuaca ekstrem dengan berbagai bencananya mesti diwaspadai. Terutama di pegunungan atau dataran tinggi karena potensi longsornya. Lalu di pesisir karena ombak tinggi, dan banjir di Bandung Raya,” jelasnya.

Terkait kondisi ini, BMKG akan terus memberikan laporan serta rekomendasi kepada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Namun, penetapan status tanggap darurat tetap menjadi kewenangan pemerintah daerah.

“BMKG nanti memberikan rekomendasi kepada BPBD terkait kondisi cuaca saat ini. Nanti yang berwenang menetapkan status tanggap darurat itu pemda. Jadi kami hanya memberikan rekomendasi kondisi cuaca saat ini,” kata Teguh.

Lebih lanjut, Teguh menjelaskan setelah masa pancaroba berakhir, wilayah Jawa Barat akan mulai memasuki musim kemarau secara bertahap mulai awal Juli 2025. Wilayah utara Jawa Barat diperkirakan menjadi daerah pertama yang mengalami transisi tersebut.

“Secara bertahap nanti akhir Juni berakhir musim hujan, awal Juli mulai masuk musim kemarau. Diawali daerah utara Jawa Barat dulu,” pungkasnya. (Mong)

0 Komentar