Menurutnya, penanganan yang diberikan oleh pihak rumah sakit pun sangat baik. Ia merasa lega dan terbantu, karena pelayanan tidak membedakan antara pasien umum dan pasien JKN. Ayahnya pun dirawat dengan penuh perhatian dan cepat tanggap.
“Penanganannya juga bagus banget, cepet juga dan ngga dibeda-bedain sama pasien yang ngga pake BPJS Kesehatan,” tambahnya.
Salah satu hal yang membuat Epitasari semakin yakin dengan pentingnya menjadi peserta JKN adalah keadilan pelayanan yang ia rasakan. Meskipun ia dan keluarganya merupakan peserta JKN, pelayanan yang mereka terima tetap maksimal dan setara dengan pasien umum.
Baca Juga:Telkomsel Wujudkan Dampak Bisnis Berkelanjutan, Konsisten Terapkan ESG Melalui Kegiatan Gladian PANJI TERRA di TasikmalayaErick Thohir Sebut Dividen BNI Rp13,9T Sebagai Kontribusi Nyata ke Perekonomian Nasional
“Dari pengalaman sendiri, menurut saya BPJS Kesehatan tuh beneran ngebantu,” ujarnya
Ia pun menyadari bahwa dalam sistem layanan kesehatan, antrean adalah hal yang tak terhindarkan. Namun kini, berkat hadirnya Aplikasi Mobile JKN, proses pendaftaran berobat menjadi jauh lebih efisien dan tidak lagi harus menunggu lama di fasilitas kesehatan.
“Sekarang lebih mudah lagi karena ada Aplikasi Mobile JKN. Kita bisa daftar antrean dari rumah, jadi nggak perlu datang pagi-pagi cuma buat ngantre. Waktu ayah saya kontrol pascarawat inap, saya pake Mobile JKN buat daftarin antreannya, dan itu ngebantu banget,” katanya
Epitasari berharap, masyarakat Indonesia semakin sadar akan pentingnya memiliki jaminan kesehatan. Ia juga mengajak generasi muda, terutama sesama mahasiswa, untuk tidak menunda menjadi peserta JKN demi perlindungan kesehatan di masa mendatang.
“Jangan menunggu sakit dulu baru daftar. Karena kita nggak pernah tahu kapan butuhnya. Saya sendiri udah ngerasain betapa pentingnya punya BPJS Kesehatan sejak dulu,” tutupnya.
