Daftar 10 Negara dengan Mata Uang Terlemah di Dunia 2025, Ada Indonesia!

Negara dengan Mata Uang Terlemah di Dunia 2025
0 Komentar

Di posisi kedua terdapat Dong Vietnam. Sebagai informasi, Vietnam saat ini sedang berada dalam masa transisi ekonomi—dari sistem ekonomi yang sebelumnya terpusat dan dikendalikan oleh pemerintah menjadi sistem yang lebih terbuka dan berbasis pasar. Perubahan sistem ini berdampak pada berbagai sektor, termasuk nilai tukar mata uang.

Dong Vietnam mengalami devaluasi dan kini menjadi salah satu mata uang dengan nilai tukar terlemah di dunia. Saat ini, 1 dolar Amerika setara dengan 25.304 dong Vietnam. Meskipun nilai mata uangnya rendah, kondisi pasar tenaga kerja di Vietnam justru terbilang cukup sehat.

Menurut data terbaru dari Dana Moneter Internasional (IMF), tingkat pengangguran di Vietnam hanya sekitar 2%, jauh lebih rendah dibandingkan Indonesia. Salah satu faktor penyebabnya adalah Vietnam yang menjadi magnet bagi investasi asing, terutama di sektor manufaktur seperti elektronik, tekstil, dan komponen otomotif.

Baca Juga:10 Tempat Wisata Jakarta Terkeren Pada Tahun 20259 Batu Permata Termahal di Dunia Ini Dijual Hingga Miliaran per Karat

Banyak perusahaan global membangun pabrik di Vietnam karena biaya produksi yang rendah dan ketersediaan tenaga kerja yang melimpah, sehingga menciptakan banyak lapangan pekerjaan.

Selain itu, pemerintah Vietnam juga aktif mendorong pertumbuhan industri melalui kebijakan yang pro-bisnis. Mereka mempermudah perizinan usaha, menyediakan kawasan industri, serta fokus pada pelatihan tenaga kerja lokal agar sesuai dengan kebutuhan industri. Oleh karena itu, meskipun nilai mata uang mereka lemah, perekonomian tetap bergerak dan masyarakat tetap memiliki peluang untuk bekerja.

  1. Kip Laos – Pendapatan Penduduk Rendah

Menyusul dua negara sebelumnya, Laos menjadi salah satu negara dengan mata uang terlemah di dunia. Nilai tukar kip Laos tergolong rendah, yakni sekitar 1 dolar Amerika dihargai 17.692 kip. Berdasarkan data terbaru pada akhir tahun 2024, tingkat pengangguran di Laos tercatat sebesar 1,25%, sementara pada tahun 2023 dan 2022 masing-masing berada di angka 1,2%.

Meskipun tingkat pengangguran masih tergolong rendah, kualitas lapangan kerja di Laos masih menjadi tantangan utama. Indeks ketenagakerjaan Laos masih rendah, dan sebagian besar pekerjaan yang tersedia berada di sektor informal dengan pendapatan minim serta tanpa perlindungan jaminan sosial.

0 Komentar